Globalnewsnusantara.id
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo,MM, bersama Wakil Bupati di sambut secara adat oleh Raja Buol dan pejabat eselon II lingkup sekretariat Daerah Kabupaten Buol, bertempat di istana Raja Buol,Selasa (4/3/2025).

Bupati Buol Risharyudi Tribowo, MM,di dampingi istri Cintya Hindianingsih,Wakil Bupati Buol Dr. Nasir Dj. Daimaroto,S.H,MH,di dampingi istri tiba di Bandara pogogul pada pukul 11.30 WITA,dan di sambut oleh Sekda Buol, pejabat eselon II, beberapa pimpinan OPD dan pendukungnya. Bupati dan Wakil Bupati Buol serta rombongan selanjutnya menuju istana Raja Buol di kelurahan Leok 1 Kecamatan Biau, Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati Buol Risharyudi Tribowo,MM, bersama istri dan Wakil Bupati Buol di sambut dengan tarian adat Buol Monamot di depan pintu masuk istana Buol, selanjutnya di pasangkan Songgo pasumen dan penobatan sebagai “Ombulripu” untuk Bupati Buol dan permaisuri memasangkan haruas untuk istri Bupati dan Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto,S.H,MH.
Adapun sejumlah pejabat yang hadir antara lain Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Suwondo D. Sanua,S.Sos, Asisten III Lani Irawati Saleh,SE, Ak, MM,Wakapolres Buol Kompol Suraji, S.Sos, Letda Laut (P) Ibnu Asyidik,H, Kaban Bappeda-Litbang Wahyu Setyabudi, S.H, MH, Kadis BPKAD Syarif Pusadan, S.E, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buol Karmin O.Y Karmin,Wakil Ketua II Ahmad R. Kuntuams, Kaban BKPSDM dan sejumlah pejabat lainnya.


Raja Buol memberikan sambutan yaitu berisi pesan-pesan agar Bupati Buol Risharyudi Tribowo konsisten dalam mengemban amanah, mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Sebab pemimpin daerah itu harus berani dalam mengambil keputusan dan tidak diskriminatif serta memiliki integritas yang tinggi dan menjauhi perilaku KKN. “Saya berharap semoga pemberian gelar ini dapat digunakan untuk kemaslahatan masyarakat secara menyeluruh. saya ungkapkan ini untuk menjadi motivasi agar terus memegang amanah bukan saja dari segi persyaratan formal dalam ketatanegaraan tetapi juga memenuhi persyaratan formal dalam hukum adat momen pemberian gelar ini pula merupakan kesempatan untuk kita merenung dan meningkatkan kualitas kepemimpinan yang baik,dan rendah hati” Papar Raja Buol Moh. Syafri Turungku.
“Sebagai pemimpin daerah saya menitipkan beberapa hal, yang pertama ciptakan inovasi melalui ide-ide kreatif untuk perubahan bagi daerah ini. Kedua menjadi pemimpin daerah yang jujur,adil, bijaksana dan dapat di teladani.Ketiga seorang pemimpin harus menjaga nama baik dan kepercayaan yang di bebankan di pundaknya. secara profesional pemimpin yang amanah akan menyadari bahwa yang merupakan amanah adalah melayani kepentingan rakyat bukan melayani kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok”Pesan Raja Buol kepada Bupati Buol Risharyudi Tribowo, MM.
Selanjutnya Sambutan Bupati Buol Risharyudi Tribowo, MM, setelah penobatan sebagai Ombulripu. “Bapak Ibu sekalian yang saya muliakan atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Buol Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Raja Buol, Ketua dewan adat, serta seluruh masyarakat Kabupaten Buol yang telah menerima kami. Pasca pelantikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto tanggal 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta,setelah itu kami mengikuti retreat kepala daerah di AKMIL Magelang,saya berterimakasih diterima penuh hangat serta diberikan penghargaan gelar adat di sini. seribu gelar adat yang penuh makna dan tanggung jawab yang begitu besar bagi kami berdua bagi saya dan keluarga saya bersyukur dan rasa cintaku untuk Negeriku, dan masyarakat Buol yang menerima dengan penuh keramahan. Saya meyakini kehangatan yang dimiliki masyarakat Buol ini adalah bagian dari kerinduan akan nilai-nilai kebersamaan untuk menyatukan setiap gerak dan langkah bersama seluruh masyarakat untuk membangun Kabupaten Buol tercinta ini, “Buolyo lripu Koponuku”.

“Saya bukan hanya akan membuka pintu saya akan tetapi saya akan sering-sering berkonsultasi dan berkomunikasi dengan bapak Raja karena kita akan membangun Kabupaten Buol tidak hanya melalui pemerintahan saja tetapi juga melalui kerajaan dan Dewan Adat, melalui kelembagaan agama dan semua steakholder yang ada di Kabupaten Buol. Kita tahu bersama bahwa masyarakat Buol memiliki warisan budaya dan adat yang patut dihormati dan dijunjung tinggi. adat dan budaya merupakan warisan para leluhur yang di dalamnya ada kearifan-kearipan lokal, nilai penghormatan kepada tamu, serta adat sopan santun. karena bagi saya dan bagi kami, bagi kita semua adab lebih dulu lahir dari pada ilmu pengetahuan dan saya mohon kepada Bapak raja, sebagai anak kalau tadi sebagai bupati sekarang sebagai anak Insyaallah saya akan datang rajin ketemu Bapak Raja untuk memohon nasehat,saran dan Sumbang pendapat Bagaimana cara membangun Buol supaya lebih cepat daripada yang daerah lain. sedangkan seorang tamu saja disebut dan diterima dengan adat sopan santun yang tinggi apalagi kita sendiri sebagai pemilik adat dan budaya Buol. olehnya nilai-nilai yang terkandung di dalam adat dan budaya bool yang ada kebersamaan saling menghormati dan berbagi kebaikan ini harus wajib dijaga dan dirawat bagi kemaslahatan seluruh masyarakat. salah satu niatan kami untuk melestarikan adat dan budaya Buol adalah Insyaallah mohon doa restunya di istana raja ini kami berencana akan mengusulkan bahasa Buol masuk menjadi muatan lokal kurikulum di SD dan SMP” Ujar Bupati Buol Risharyudi Tribowo,MM. (Heny-Global)








