BOROKO, globalnewsnusantara.id – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) bergerak cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.
Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hi. Abdul Mutoh Daeng Mulisa, S.Pd., M.M., memimpin monitoring di SPBU 74.957.10 Boroko, Rabu (3/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya antrean kendaraan akibat kelangkaan BBM yang terjadi selama tiga hari terakhir. Hasil pemantauan menunjukkan stok BBM di SPBU Boroko masih dalam kondisi aman, sementara distribusi dari pihak pemasok tetap berjalan normal.
Data yang dihimpun menunjukkan kuota penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU Boroko mencapai 24 ribu liter per hari, sedangkan Solar sebanyak 16 ribu liter per hari. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi melalui pengawasan distribusi yang lebih intensif.
Tak hanya di Boroko, rombongan TPID juga melakukan pengecekan ke SPBU Kompak Bohabak III serta SPBU 74.957.04 di Desa Batulintik, Kecamatan Bintauna. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi pasokan BBM di seluruh wilayah Boltara tetap terkendali.
Dalam kegiatan itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan didampingi pimpinan organisasi perangkat daerah terkait, unsur Kepolisian, serta anggota TPID Boltara. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau perkembangan distribusi BBM guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.
Penulis : Na***









