Manado — GlobalNewsNusantara.ID Seorang nasabah PT Clipan Finance Indonesia di Manado mengaku menjadi korban penarikan kendaraan yang diduga dilakukan secara tidak prosedural dan disertai penekanan psikologis. Insiden ini terjadi pada 13 Agustus 2025 di kantor perusahaan pembiayaan tersebut yang berlokasi di Jalan Dotulolong Lasut No. 9, Manado.
Korban, warga Desa Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, menuturkan bahwa dirinya dipaksa menandatangani dokumen penyerahan kendaraan tanpa diberi kesempatan membaca isi surat, padahal kedatangannya ke kantor Clipan adalah untuk membayar tunggakan angsuran selama tiga bulan. Didatangi Empat Orang, Diminta ke Kantor Finance
Menurut pengakuan korban, peristiwa bermula ketika empat orang mengaku sebagai karyawan internal Clipan Finance mendatangi tempat usahanya pada suatu Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WITA.
“Mereka turun dari mobil Xpander hitam. Tiga orang menghampiri saya dan bilang saya harus menyelesaikan tunggakan langsung di kantor Clipan Manado,” ujarnya.
Merasa ingin menyelesaikan kewajiban, korban kemudian mendatangi kantor Clipan beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 13 Agustus 2025. Namun bukan penyelesaian administrasi yang ia dapatkan. Korban Mengaku Dipisahkan dari Istri dan Dipaksa Tanda Tangan
Setibanya di kantor, korban mengaku diarahkan masuk ke sebuah ruangan yang bukan ruangan administrasi. Ia dan istrinya merasa heran karena dipisahkan dari area pelayanan normal.
“Kami hanya disuruh nunggu dua menit. Lalu empat orang masuk—termasuk yang datang ke tempat usaha saya—dan mereka bilang saya harus tanda tangan untuk izin pemeriksaan kendaraan. Tapi saya tidak boleh baca suratnya,” tuturnya.
Setelah itu, korban mengaku diminta menyerahkan kunci mobil secara paksa. Mobil yang diparkir di depan Bank Mandiri kemudian digeser ke depan kantor Clipan.
“Empat orang dengan sikap keras minta saya turun. Sementara istri saya ditahan di atas. Mereka bilang, ‘Ibu di sini saja, bapak ditanya soal kondisi unit.’ Istri saya jadi takut,” sambungnya. Korban kemudian dibawa keluar untuk difoto sambil memegang dokumen yang dilipat.(Kif)








