GlobalNewsNusantara.id
Pemerintah Daerah Kabupaten Buol menggelar rapat terkait peningkatan UMKM dengan memanfaatkan momen piala dunia tahun 2026.bertempat di ruang rapat Bupati Buol, Senin (29/6/2026).
Rapat di pimpin Bupati Buol Risharyudi Triwibowo,M.M,di dampingi staf ahli bidang SDM, Ekonomi dan pembangunan Dadang Hanggi,S.H.,M.H., dan di hadiri pejabat pimpinan OPD eselon II, Inspektur inspektorat Wahida, S.E, asisten II bidang Ekonomi dan pembangunan, Sekertaris koperasi, UMKM dan perdagangan, para camat dan lurah.
Dalam rapat tersebut Bupati Buol meminta pimpinan OPD bergerak dan bertindak cepat lakukan intruksi mendagri terkait fasilitasi penyediaan nonton bareng warga.
Menariknya, agenda ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan dirancang sebagai strategi taktis untuk memicu kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah Kabupaten Buol.
Rapat koordinasi berlangsung dinamis ini membahas konsep pelaksanaan nobar yang inklusif dan merata. Pemerintah daerah memastikan bahwa kemeriahan Piala Dunia tidak hanya akan berpusat di area perkotaan. Acara nobar dipastikan bakal menjangkau seluruh lini hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Untuk wilayah Kota Buol sendiri, titik keramaian utama akan dipusatkan di dua ikon kota, yaitu Taman Kota dan Anjungan. Dua lokasi ini dinilai strategis untuk mengumpulkan massa sekaligus menjadi ruang pameran dadakan bagi para pedagang lokal.
Bupati Buol menegaskan bahwa esensi utama dari gerakan nobar massal ini adalah dampak ekonominya bagi masyarakat bawah.
”Kita ingin euforia Piala Dunia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan nobar yang tersebar di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan, diharapkan pelaku UMKM memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Bupati Buol.
Demi membakar semangat dan memastikan program ini berjalan masif, Pemerintah Kabupaten Buol telah menyiapkan reward khusus bagi wilayah yang paling berkomitmen. Penghargaan atau apresiasi ini akan diberikan kepada kecamatan, desa, maupun kelurahan yang dinilai paling aktif, kreatif, dan masif dalam menyelenggarakan nobar, terutama yang sukses melibatkan masyarakat serta memberdayakan UMKM setempat.
Langkah ini diharapkan memicu inovasi di tingkat desa, misalnya dengan membuat pasar malam mini atau pusat kuliner di sekitar lokasi layar lebar nobar.
Melalui sinergi besar ini, Pemerintah Kabupaten Buol optimistis momentum olahraga dunia tersebut bisa dikonversi menjadi energi positif. Target utamanya jelas: mempererat semangat kebersamaan warga, mendongkrak aktivitas ekonomi lokal yang sempat lesu, serta membangun kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha demi kesejahteraan Kabupaten Buol.
Penulis : Heny
Editor : Heny Manoppo
Sumber Berita: Pemda Buol









