Gubernur Wajib Membaca Jejak Ini: Komut BSG dan Rekam Sejarah RKUD 2019 yang Belum Terjawab

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Vebry Tri Haryadi, Praktisi Hukum, Mantan Jurnalis
Manado – GlobalNewsNusantara.ID Pengangkatan Komisaris Utama Bank SulutGo (BSG) bukan sekadar keputusan administratif. Ini adalah keputusan politik yang sarat makna, sarat pesan, dan sarat konsekuensi.
Publik Sulawesi Utara berhak menuntut lebih dari sekadar jawaban normatif: “sudah sesuai prosedur” dan “lulus fit and proper test.” Karena yang dipertaruhkan bukan hanya kursi jabatan. Yang dipertaruhkan adalah kredibilitas bank milik rakyat.
Dan sejarah tidak bisa dihapus.
Jejak 1 Maret 2019: Ketika RKUD Dipindahkan Tanggal 1 Maret 2019 menjadi catatan penting.
Pemerintah Kota Manado memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo ke BNI.
RKUD bukan rekening biasa. Ia adalah pusat seluruh arus keuangan daerah: gaji ASN, proyek pembangunan, belanja daerah, dana operasional pemerintahan. Dalam sistem keuangan daerah, RKUD adalah jantung fiskal.
Secara hukum, kepala daerah memang memiliki diskresi. Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Perbendaharaan Negara memberi ruang itu. Namun diskresi bukan cek kosong.
Dalam hukum administrasi dikenal konsep detournement de pouvoir (penyimpangan tujuan kewenangan) dan abuse of power (penyalahgunaan wewenang).
Artinya, kewenangan harus digunakan untuk kepentingan publik, bukan sekadar sah secara teks hukum.
Mungkin keputusan 2019 tidak melanggar undang-undang. Tetapi hukum modern tidak berhenti pada legalitas hitam-putih. Ia berbicara tentang kepatutan, rasionalitas, dan konsistensi kebijakan.
Dampak yang Tidak Bisa Diremehkan
Memindahkan dana kas daerah dari bank milik daerah ke bank nasional bukan keputusan teknis semata.
Itu adalah sinyal politik dan ekonomi.
Sinyal bahwa bank daerah tidak menjadi prioritas. Sinyal yang berdampak pada likuiditas. Sinyal yang memengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. Sinyal yang mengguncang persepsi pasar.
Dalam dunia perbankan, persepsi adalah aset. Dan hari ini, figur yang pernah mengambil keputusan tersebut diangkat menjadi Komisaris Utama BSG — posisi pengawas tertinggi dalam struktur perseroan menurut UU Perseroan Terbatas.
Ini bukan soal pribadi. Ini soal konsistensi sikap terhadap institusi.
Di Mana Transparansi Evaluasinya?
Gubernur Sulut sebagai pemegang saham pengendali tidak cukup berlindung pada frasa “lulus uji kelayakan OJK.” Uji kelayakan menilai kompetensi administratif dan integritas formal.
Namun tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) menuntut lebih:
Independensi
Transparansi
Akuntabilitas
Bebas dari benturan kepentingan
Benturan kepentingan tidak selalu berarti pelanggaran hukum. Ia bisa berupa benturan persepsi publik yang wajar.
Dan dalam sektor perbankan, kepercayaan adalah fondasi.
Pertanyaan publik sederhana namun mendasar:
Jika pada 2019 bank dianggap tidak cukup layak mengelola RKUD, apa yang berubah hari ini?
Jika tidak ada persoalan fundamental saat itu, mengapa dana dipindahkan?
Di mana evaluasi terbuka atas keputusan tersebut?
Tanpa jawaban yang terang, pengangkatan ini berisiko terbaca sebagai kompromi politik yang dibungkus formalitas hukum.
Amanah Publik Bukan Ruang Balas Jasa Dalam doktrin public trust doctrine, kekuasaan dijalankan sebagai titipan rakyat. Jabatan komisaris BUMD bukan ruang balas jasa politik, bukan panggung rekonsiliasi elite, dan bukan simbol kompromi kekuasaan.
Bank SulutGo adalah simbol kemandirian ekonomi daerah. Ia bukan sekadar entitas bisnis, tetapi representasi harga diri fiskal Sulawesi Utara.
Ketika kursi pengawasan tertinggi diisi tanpa sensitivitas terhadap rekam jejak kebijakan strategis masa lalu, pesan yang lahir menjadi keras: Politik lebih dominan daripada etika tata kelola.
Hukum mungkin tidak dilanggar. Tetapi etika bisa saja dikorbankan.
Dan ketika etika dikalahkan oleh kalkulasi kekuasaan, publik tidak akan diam. Karena kepercayaan, sekali retak, tidak bisa diperbaiki hanya dengan konferensi pers atau pernyataan normatif.
Jejak 2019 Belum Hilang
Gubernur Sulut harus menyadari: rakyat tidak menilai dari prosedur semata. Rakyat menilai dari keberanian menjaga integritas dan konsistensi moral kebijakan.
Jejak 2019 belum hilang.
Mengabaikannya bukan hanya risiko etis, tetapi juga kesalahan politik yang mahal. Dalam sejarah pemerintahan, yang sering menjatuhkan bukan pelanggaran hukum, melainkan arogansi merasa sudah cukup patuh pada aturan, sambil menutup mata pada kepatutan.
Dan publik Sulawesi Utara sedang mengawasi.

Berita Terkait

Praperadilan Diprediksi Menang Telak, PH Kerwin Hinonaung: Penyidik Polda Sulut Siap Bongkar Fakta Baru SP3  Jois Gosal dan Jufri Tanbengi Sah
BREAKING NEWS! Surat Satila Alkatiri Resmi Diterima Polda Sulut, Nama FM Eks Lingkaran ODSK Disorot — “Kejutan Besar” Disebut Segera Terbuka
BREAKING NEWS! Sekprov Sulut Tahlis Gallang Pimpin Rakorwil Persiapan Kunker Presiden RI, TNI-Polri dan Tim Advance Istana Siaga di Kantor Gubernur
BREAKING NEWS: Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie Turun Tangan! Dirkrimsus Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo Pastikan Kasus Dugaan Korupsi CSR Unsrat Terus Bergulir
Hoaks Akun Palsu Sekprov Sulut Tahlis Gallang Bikin Resah, Calvin Castro Tegaskan Kasus Akan Diserahkan ke Cyber Polda untuk Perburuan Pelaku
Gaspol! Sekprov Tahlis Gallang Dorong Sensus Ekonomi 2026, Strategi Cerdas Bangun Sulut Berbasis Data
HARU & PENUH MAKNA! 34 Tahun Cinta Gubernur Sulut YSK dan Ibu Anik—Kebersamaan Keluarga Jadi Inspirasi Besar
RESMI! Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie Raih Gelar Doktor Cumlaude — Disertasi Bongkar Strategi Besar Lawan TPPO
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:03

Praperadilan Diprediksi Menang Telak, PH Kerwin Hinonaung: Penyidik Polda Sulut Siap Bongkar Fakta Baru SP3  Jois Gosal dan Jufri Tanbengi Sah

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:20

BREAKING NEWS! Sekprov Sulut Tahlis Gallang Pimpin Rakorwil Persiapan Kunker Presiden RI, TNI-Polri dan Tim Advance Istana Siaga di Kantor Gubernur

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:14

BREAKING NEWS: Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie Turun Tangan! Dirkrimsus Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo Pastikan Kasus Dugaan Korupsi CSR Unsrat Terus Bergulir

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:59

Hoaks Akun Palsu Sekprov Sulut Tahlis Gallang Bikin Resah, Calvin Castro Tegaskan Kasus Akan Diserahkan ke Cyber Polda untuk Perburuan Pelaku

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:25

Gaspol! Sekprov Tahlis Gallang Dorong Sensus Ekonomi 2026, Strategi Cerdas Bangun Sulut Berbasis Data

Berita Terbaru