Polda Sulut Bongkar SKANDAL DI BALIK MEJA INSPEKTORAT Dan Kabag Pengadaan Minsel, Siapa Bakal Jadi Tersangka?

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sulut Bongkar SKANDAL DI BALIK MEJA INSPEKTORAT Dan Kabag Pengadaan Minsel, Siapa Bakal Jadi Tersangka?

Polda Sulut Bongkar SKANDAL DI BALIK MEJA INSPEKTORAT Dan Kabag Pengadaan Minsel, Siapa Bakal Jadi Tersangka?

Manado – GlobalNewsNusantara.ID — Drama hukum berkelas tinggi tengah bergulir di balik tembok birokrasi Pemkab Minahasa Selatan (Minsel). Dua nama besar — Hendra Pandeynuwu, Kepala Inspektorat, dan Silvia F. Bimbahati, SPt, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa — resmi masuk radar penyidikan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara.

Kasus ini bukan main-main. Berbau gratifikasi, Tuntutan Ganti Rugi (TGR), dan yang paling menggemparkan: dugaan tindak pidana korporasi. Semua mengarah pada satu kesimpulan: ada sesuatu yang busuk di dalam sistem keuangan Minsel. Jumat Pagi yang Tegang

 

Pagi itu, Jumat (04/07/2025), suasana di Mapolda Sulut lebih sibuk dari biasanya. Wartawan mulai berdatangan. Kamera menyala. Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti. Turunlah Hendra Pandeynuwu, tanpa pendamping, wajah dingin, langkah cepat — seolah tahu bahwa hari itu bukan hari biasa.

 

Beberapa jam berlalu. Pintu ruang penyidik terbuka. Hendra keluar. Wajahnya tegang, mata menatap lurus. “Saya dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik,” katanya cepat, nyaris berbisik.

Namun ketika didesak soal substansi pemanggilan, ia menjawab datar:

“Terkait TGR. Saya akan kembali membawa bukti dokumen setoran TGR.”

Sinyal bahwa ini belum selesai — justru baru dimulai. Kamis: Nama Lain Muncul

Sehari sebelumnya, Kamis (03/07/2025), Silvia F. Bimbahati juga menjalani pemeriksaan intensif. Posisi strategisnya di lingkup pengadaan membuat sorotan mengarah tajam. Sumber internal menyebut, pemeriksaan ini terkait dugaan pemberian gratifikasi dalam proses pemeriksaan keuangan. “Skema jatah-jatahan” disebut-sebut jadi modus yang dipakai. Apa yang Disembunyikan?

Sumber terpercaya menyebutkan bahwa kasus ini tidak hanya soal kesalahan administratif atau kelalaian anggaran. Diduga kuat, ada upaya sistematis untuk menyembunyikan jejak penggelapan anggaran melalui dokumen TGR palsu atau manipulatif.

Tak hanya itu, pola pengadaan barang dan jasa juga ikut ditelusuri. Indikasi dugaan korupsi berjemaah, dengan aliran dana ke banyak pihak, mulai dikupas perlahan.

“Ada dugaan praktik cover-up secara kolektif, melibatkan berbagai pihak,” ungkap seorang sumber dari lingkaran dalam penyidikan.

Akankah Ada Tersangka dalam waktu dekat ini?
Dua nama sudah diperiksa. Tapi apakah ini puncaknya? Atau baru permukaan dari gunung es korupsi yang lebih dalam?

Publik mendesak aparat untuk bertindak cepat dan transparan. Jika terbukti, ini bisa menjadi kasus korupsi daerah terbesar di Sulawesi Utara tahun ini. Bahkan bisa membuka mata soal bagaimana pengawasan internal bisa berubah jadi alat negosiasi dalam kekuasaan anggaran.

Seruan Rakyat: “Buka Semua Nama, Jangan Ada yang Ditutupi!”

Saat kepercayaan rakyat pada birokrasi terus menipis, kasus ini datang bak ujian terakhir. Jika Polda Sulut berhasil membongkar seluruh jaringan permainan anggaran di Minsel, bukan hanya hukum yang menang — kepercayaan publik juga pulih.

Liputan mendalam segera menyusul:

Skema dugaan korupsi di lingkar pengadaan
Jejak dana TGR: fiktif, dimanipulasi, atau dibagi rata?
Daftar proyek rawan mark-up
Profil lengkap dua pejabat yang tengah disorot
Berita Kasus dugaan Korupsi yang diperiksa oleh Tipikor Polda Sulut belum selesai ini adalah berita terbaru yang akan terus diberitakan.

(Kif)

Berita Terkait

PN Manado Matangkan Eksekusi Lahan Eks Corner 52, Aparat Gabungan Siaga Amankan Putusan Inkrah
Arisan Disebut Lunas Rp1,3 Miliar Lebih, Penahanan Tersangka Disorot, Perkara Khusus Tak Dijawab 4 Bulan
Kasus Arisan Viral, Ketum Pagar Emas Nusantara Jonny Rondonuwu Angkat Isu Profesionalitas Penanganan di Polda Sulut
Natal Berwajah Kemanusiaan: PERADI Manado Turun Langsung Berbagi Kasih untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Takut Dijemput Paksa, Akhirnya Datang! Rektor Unsrat Prof Berty Sompie Penuhi Panggilan Tipikor Polda Sulut — Publik Menanti Kejelasan Dugaan Korupsi
Hukum Dipertanyakan: KNM Desak Kajati Sulut, Jangan Cuma PT HWR di-Police Line, Ratatotok Masih Marak Tambang Ilegal
Keadilan Menyala di Ruang Sidang! Terdakwa Dugaan Pasal 362 Bebas, Hanafi Saleh Tegaskan JPU Belum Mampu Buktikan Dakwaan
Gubernur Sulut Didampingi Kapolda dan Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Samrat 2025
Berita ini 349 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:02

PN Manado Matangkan Eksekusi Lahan Eks Corner 52, Aparat Gabungan Siaga Amankan Putusan Inkrah

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:49

Arisan Disebut Lunas Rp1,3 Miliar Lebih, Penahanan Tersangka Disorot, Perkara Khusus Tak Dijawab 4 Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:01

Kasus Arisan Viral, Ketum Pagar Emas Nusantara Jonny Rondonuwu Angkat Isu Profesionalitas Penanganan di Polda Sulut

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:27

Natal Berwajah Kemanusiaan: PERADI Manado Turun Langsung Berbagi Kasih untuk Anak Yatim dan Disabilitas

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:06

Takut Dijemput Paksa, Akhirnya Datang! Rektor Unsrat Prof Berty Sompie Penuhi Panggilan Tipikor Polda Sulut — Publik Menanti Kejelasan Dugaan Korupsi

Berita Terbaru