Globalnewsnusantara.id
Sekertaris Daerah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi pengendalian dan pengawasan distribusi LPG 3 Kg bersubsidi dan ketersediaan sejumlah bahan pokok masyarakat saat bulan Ramadhan hingga selanjutnya, rapat berlangsung di ruang rapat Sekda Buol,Senin (3/3/2025).

Rakor di pimpin oleh Sekda Buol Dadang Hanggi,S.H,MH, di dampingi oleh Wakapolres Buol Kompol Suraji,S.Sos, dengan di hadiri oleh Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Suwondo D. Sanua,S.Sos, Asisten III setda Buol Lani Irawati Saleh,S.E,Ak,MM,Kadis perizinan,Kadis perizinan, Kabag hukum sekretariat Daerah kabupaten Buol serta sejumlah pimpinan OPD terkait pembahasan inflasi.

Dalam rapat koordinasi tersebut Sekda Buol menegaskan bahwa ia telah mendapatkan perintah langsung dari Bupati Buol Risharyudi Tribowo,MM, untuk segera menuntaskan permasalahan lonjakan harga LPG bersubsidi 3 Kilogram yang telah di permainkan harganya hingga 50 ribu rupiah bahkan sampai 60 ribu rupiah. “Harga eceran tertinggi yang telah di tetapkan pemerintah daerah tidak lagi di pakai dan bahkan Bupati telah mendapatkan laporan tentang lonjakan harga LPG bersubsidi ini,kita harus segera bentuk tim untuk segera menertibkan ini” perintah Sekda Buol.
Adapun informasi tentang penjualan LPG bersubsidi melonjak naik dari harga eceran tertinggi (HET) yaitu 26.600 rupiah, di akui oleh Bambang selaku agen LPG. Di akui Bambang bahwa harga penjualan sekarang bukan di naikkan oleh pihaknya selaku agen tapi di naikin oleh para pemilik pangkalan dan di manfaatkan oleh oknum. “Di Buol tidak ada pengecer, yang kita ketahui adalah pangkalan LPG yang telah menaikkan HET menjadi bervariasi” ujarnya.
Selanjutnya,Kabag hukum Sekretariat Daerah Nurlela,S.H, Asisten II dan asisten III setda Buol menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah di libatkan dalam rapat-rapat yang membahas tentang penetapan HET untuk LPG bersubsidi hingga mereka pun tidak mengetahui berapa harga HET yang sesungguhnya.
Usai membahas polemik lonjakan harga LPG bersubsidi yang di perdagangkan tidak sesuai HET, asisten III setda Buol Lani Irawati Saleh menghitung harga LPG melon mulai dari harga dasar awal hingga menjadi harga eceran tertinggi (HET) yang siap di pasarkan, “Silahkan pak Sekda,kita segerakan lakukan penertiban ke sejumlah pangkalan LPG ini. Rata-rata pangkalan LPG menjual Gas melon ini di atas harga eceran tertinggi (HET)” Ujar Lani Irawati Saleh selaku asisten III.
Usai rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian distribusi LPG bersubsidi tersebut, Sekertaris Daerah kabupaten Buol Dadang Hanggi,S.H,MH, kembali membahas tentang pengendalian sembako terutama beras dan komoditi hasil pertanian yang menjadi faktor utama yang penunjang ketahanan pangan daerah dalam menghadapi inflasi yang menjadi ancaman. Lonjakan harga beras dan sejumlah bahan pokok akan di antisipasi dengan pasar murah yang rencananya di laksanakan dalam waktu dekat.
Rapat koordinasi berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam di lanjutkan dengan gerak cepat tim yang di pimpin oleh asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Suwondo D. Sanua,S.Sos.(Heny-Global)








