“Tambang Emas PETI Diduga Milik Kiki Mewo Menggeliat Lagi, Kasat Reskrim Mitra Disorot ‘Tutup Mata’ — Instruksi Presiden dan Kapolri Dipertanyakan”

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GlobalNewsNusantara.ID  Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Manguni, Kebun Raya Ratatotok, kembali mencuat dan mengguncang publik. Lokasi yang sebelumnya telah ditutup oleh Polda Sulawesi Utara dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Kombes Pol Fx Winardi Prabowo, kini disebut-sebut kembali beroperasi hanya dalam waktu sekitar satu bulan setelah penutupan.

Fenomena ini memantik pertanyaan besar: ada apa di balik kembalinya aktivitas ilegal tersebut?
Nama Kiki Mewo kembali dikaitkan dalam pusaran isu tambang ilegal tersebut. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya dugaan keterlibatan “orang kuat” yang menjadi tameng aktivitas tersebut, sehingga penegakan hukum dinilai mandek di lapangan.
Upaya konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, pada Senin (23 Maret 2026), melalui pesan WhatsApp oleh media GlobalNewsNusantara.ID, tidak mendapatkan tanggapan.

Sikap bungkam ini justru memperkuat persepsi publik bahwa ada sesuatu yang tidak transparan dalam penanganan kasus tersebut.
Tidak hanya itu, sorotan juga mengarah kepada jajaran pejabat utama (PJU) Polres Mitra yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas maupun klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

Publik kini menilai ini bukan sekadar persoalan tambang ilegal biasa, melainkan ujian integritas aparat penegak hukum di daerah.
Jika benar lokasi yang sudah ditutup secara resmi bisa kembali beroperasi dalam waktu singkat, maka ada dua kemungkinan besar:
Lemahnya pengawasan pasca penindakan Atau adanya dugaan pembiaran yang sistematis
Keduanya sama-sama berbahaya bagi wibawa hukum di Indonesia.

Gelombang desakan pun mulai muncul agar Presiden Republik Indonesia dan Kapolri turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan tambang ilegal di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Ratatotok.
Masyarakat menuntut:
Transparansi penanganan kasus
Penindakan tegas tanpa pandang bulu Pengungkapan aktor intelektual di balik dugaan aktivitas ilegal
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” menjadi suara yang kini menggema di tengah masyarakat.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pemberantasan PETI tidak cukup hanya dengan operasi sesaat. Dibutuhkan konsistensi, keberanian, dan integritas penuh dari seluruh aparat penegak hukum.

Jika dugaan ini tidak segera dijawab dengan tindakan nyata, maka bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi hukum yang akan runtuh.(Kif)

Berita Terkait

Plt Bupati Boltara dan Plt Kajati Sulut Perkuat Pengawasan Pembangunan Desa
Pemkab Boltara dan BPJS Kesehatan Bahas Tambahan 7.000 Peserta JKN
Pemkab Boltara dan PLN Matangkan Dukungan Kelistrikan untuk Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Kendalikan Harga Pangan, Pemkab Boltara Salurkan Ribuan Paket Sembako Bersubsidi
Pemkab Boltara Gelar Kurasi Produk UMKM Lokal, Buka Jalan Masuk Ritel Moderen
Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti: Wakabaintelkam hingga Kapolda
DARI CENGKEH Jadilah PRESIDEN PRABOWO, DORA SIGAR Dan JEJAK SEJARAH Sulut, Akankah Gub Sulut YSK WUJUDKAN MONUMEN SEJARAH DAN TOKOH PENDIDIKAN SULUT?
Plt. Bupati Boltara Pimpin Rapat Perdana Penguatan Koordinasi Dunia Pendidikan
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:50

Plt Bupati Boltara dan Plt Kajati Sulut Perkuat Pengawasan Pembangunan Desa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:48

Pemkab Boltara dan BPJS Kesehatan Bahas Tambahan 7.000 Peserta JKN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:23

Kendalikan Harga Pangan, Pemkab Boltara Salurkan Ribuan Paket Sembako Bersubsidi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:07

Pemkab Boltara Gelar Kurasi Produk UMKM Lokal, Buka Jalan Masuk Ritel Moderen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:37

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti: Wakabaintelkam hingga Kapolda

Berita Terbaru