Stop Jadi Korban Perdagangan Orang Antar Daerah dan Luar Negeri Mabes Polri & Polda Sulut Pasang Radar Canggih Teknologi Digital Tracking

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado – GLOBALNEWSNUSANTARA.ID – Ketakutan parah kini menghantui mafia perdagangan orang. Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Mabes Polri membentuk Satgas khusus bersama 11 Polda, termasuk Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan jajaran Polres, untuk menggempur jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan people smuggling.

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirres PPA & PPO) Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Johana Sengkey, S.P., M.Si., menegaskan bahwa Satgas yang dibentuk Mabes Polri telah membuahkan hasil nyata. Beberapa upaya pengiriman korban TPPO, baik ke luar negeri maupun dalam negeri, berhasil digagalkan.

“Tim Satgas sudah bekerja dan hasilnya nyata. Pengiriman korban ke luar negeri maupun dalam negeri berhasil kami gagalkan,” tegasnya, Rabu (18/2/2026). Ditegaskan oleh (Dirres PPA & PPO) Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Johana Sengkey, S.P., M.Si.,

Alat Canggih & Jejak Digital Jadi Senjata Utama Satgas Ditres PPA-PPO kini dilengkapi peralatan dan teknologi canggih. Identifikasi pelaku dilakukan melalui pelacakan jejak digital, investigasi siber, hingga pembongkaran jaringan terstruktur. Pendekatan yang digunakan berbasis scientific crime investigation, termasuk metode follow the money untuk mengejar aliran dana dan para pendana di balik bisnis haram ini.

Fokus operasi menyasar praktik people smuggling dan TPPO yang menargetkan kelompok rentan, terutama pekerja migran yang tergiur iming-iming gaji besar. Wilayah pengawasan meliputi pengiriman ke luar negeri seperti Kamboja, serta daerah dalam negeri seperti Kalimantan, Bali, Jakarta, hingga Papua.

Tim juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Imigrasi, PPATK, dan LPSK, serta melakukan inspeksi langsung di pelabuhan maupun jalur-jalur tradisional yang kerap digunakan untuk penyelundupan manusia.

Saat ini Sedang Ditangani, Pelaku Diduga di Luar Sulut, Ditres PPA & PPO Polda Sulut tengah menangani kasus perdagangan orang yang melibatkan perempuan asal Sulawesi Utara. Perkara telah digelar dan dikategorikan sebagai tindak pidana perdagangan orang. Oknum pelaku diduga berada di luar Sulut.

Detail lengkap akan diumumkan pada waktu yang tepat. “Fokus kami bukan hanya pada rayuan maut ke luar negeri seperti Kamboja, tetapi juga di dalam negeri. Semua kami pantau,” tegas Kombes Pol Nonie.

Peringatan Tegas untuk Masyarakat
disampaikan oleh Polda Sulut sambil mengingatkan masyarakat agar berpikir cerdas dan waspada terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji fantastis tanpa prosedur resmi. Banyak korban yang berangkat ke luar negeri atau ke daerah lain di Indonesia, namun setelah kembali justru terseret kasus penipuan online atau kejahatan lain karena dipaksa bekerja dalam jaringan ilegal.

“Mereka ini sebenarnya korban. Namun akhirnya ikut terjerat kasus hukum. Karena itu, kami ingatkan masyarakat Sulut agar berhati-hati,” tegas (Dirres PPA & PPO) Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Johana Sengkey, S.P., M.Si. Pesan keras pun disampaikan kepada para mafia PPA dan PPO: aparat kini bergerak dengan sistem, teknologi, dan jaringan lintas lembaga. Tidak ada lagi ruang gelap untuk bersembunyi. Identitas, jaringan, hingga aliran dana akan dibongkar.

Kepada GLOBALNEWSNUSANTARA.ID (Dirres PPA & PPO) Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Johana Sengkey, S.P., M.Si sampaikan dan menegaskan — era bebas beroperasi bagi mafia perdagangan orang telah berakhir. Mabes Polri, Polda, dan Polres sudah siaga. Alat canggih sudah aktif. Satgas sudah bergerak. tidak akan menunggu waktu, akan ditutup dan pelaku akan diborgol.(Zulkifli Abidjulu)

 

Berita Terkait

Calvin Castro: Bukti Keberhasilan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK di Sulut Nyata, Namun Sengaja Dikaburkan oleh Perang Medsos Terstruktur
Kapolres Boltim AKBP Golfried, H, Pakpahan Pastikan Tambang Rakyat WPR Dikawal, PETI Ilegal Diberantas! Dukungan RS Anggota DPRD Tuai Pujian 
BAYANG-BAYANG PIDANA MENGINTAI! Kuasa Hukum Karema Tegaskan Putusan Inkracht Tak Bisa Diabaikan, BPN Manado dan Balai Sungai Diminta Hati-Hati Soal Ganti Rugi Pal 2
Ancaman Hukuman Berat Menanti! Dirreskrimum Polda Sulut Tetapkan Steven Hardyn Paera Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Emas
Pokja PWI Manado dan PWI Sulut Tampil Beda, Harmonis Bersama Pemkot Manado di Momentum Idul Adha 1447 H
Bank BSG Tetap Hadir di Hari Libur Idul Adha Tahun 2026 1447 H Lewat Layanan Digital 24 Jam
Gubernur Sulut YSK dan Sekprov Sulut Bersama Presiden RI Prabowo Subianto Salurkan 46 Sapi Kurban, Wujud Nyata Kepedulian untuk Umat Muslim di Sulut
Hadiri DTM RIRU Sulut 2026, Wabup Boltara Perkuat Komitmen Dorong Investasi dan Kemudahan Perizinan
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:13

Calvin Castro: Bukti Keberhasilan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK di Sulut Nyata, Namun Sengaja Dikaburkan oleh Perang Medsos Terstruktur

Senin, 1 Juni 2026 - 11:33

Kapolres Boltim AKBP Golfried, H, Pakpahan Pastikan Tambang Rakyat WPR Dikawal, PETI Ilegal Diberantas! Dukungan RS Anggota DPRD Tuai Pujian 

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:45

BAYANG-BAYANG PIDANA MENGINTAI! Kuasa Hukum Karema Tegaskan Putusan Inkracht Tak Bisa Diabaikan, BPN Manado dan Balai Sungai Diminta Hati-Hati Soal Ganti Rugi Pal 2

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:58

Pokja PWI Manado dan PWI Sulut Tampil Beda, Harmonis Bersama Pemkot Manado di Momentum Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:06

Bank BSG Tetap Hadir di Hari Libur Idul Adha Tahun 2026 1447 H Lewat Layanan Digital 24 Jam

Berita Terbaru