MANADO – GlobalNewsNusantara.ID Gelombang narasi negatif yang terus diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) mendapat tanggapan keras dari Ketua Armak Sulut, Calvin Castro.
Menurut Calvin, berbagai isu yang terus diangkat secara berulang di ruang digital tidak bisa dipandang sekadar kritik biasa. Ia menilai terdapat upaya sistematis membangun persepsi negatif terhadap Sulut yang pada akhirnya dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap program pembangunan nasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
“Ketika Presiden Prabowo memberikan perhatian besar kepada Sulawesi Utara melalui berbagai program pembangunan, investasi, dan dukungan anggaran, justru muncul gelombang opini yang terus-menerus menggiring masyarakat pada pandangan negatif. Ini patut dicermati secara objektif,” tegas Calvin Castro.
Ia menilai berbagai capaian pembangunan, pertumbuhan investasi, serta langkah-langkah pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sering kali tenggelam oleh narasi yang lebih menonjolkan sisi kontroversi dan konflik.
Calvin menegaskan bahwa Gubernur YSK saat ini sedang menjalankan amanah pembangunan yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mempercepat kemajuan daerah. Karena itu, menurutnya, kritik yang bersifat konstruktif harus dibedakan dengan upaya membentuk persepsi negatif secara terus-menerus tanpa melihat fakta secara utuh.
“Jangan sampai keberhasilan daerah ditutupi oleh perang opini. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang berimbang agar dapat menilai secara objektif kerja pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Calvin.
Menurutnya, serangan terhadap kepemimpinan YSK tidak dapat dilepaskan dari besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap Sulawesi Utara yang kini menjadi salah satu daerah strategis dalam agenda pembangunan nasional.
Calvin juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun penyebaran narasi yang tidak proporsional dapat menimbulkan persepsi yang keliru terhadap kebijakan pemerintah.
“Presiden Prabowo dan Gubernur YSK memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu masyarakat harus mampu membedakan kritik yang membangun dengan opini yang bertujuan melemahkan kepercayaan publik,” pungkasnya.
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, dukungan pemerintah pusat terhadap Sulawesi Utara tetap berjalan. Berbagai program pembangunan, investasi, dan penguatan ekonomi daerah terus menjadi fokus utama demi mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.(Kifli)









