JAKARTA, globalnewsnusantara.id – Upaya memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mempercepat penanggulangan kemiskinan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si., di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas aspek teknis pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga menggambarkan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Penguatan fiskal daerah dipandang sebagai instrumen penting untuk memperluas akses layanan publik, meningkatkan kualitas belanja pemerintah, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan visi Presiden agar negara hadir secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah harus mampu menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam kondisi rentan.

Ia menyoroti masih adanya fenomena kemiskinan struktural yang berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang disebut tidak mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi contoh nyata bahwa kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
“Negara dan daerah harus hadir untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan. Kemiskinan harus ditangani secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegas Tomsi dalam pertemuan tersebut.

Selain isu kemiskinan, diskusi juga membahas berbagai perkembangan nasional dan global yang berpotensi memengaruhi kondisi sosial-ekonomi masyarakat daerah. Mulai dari dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah hingga dinamika geopolitik dunia yang menuntut pemerintah untuk mampu beradaptasi melalui kebijakan yang cepat dan responsif.
Bupati Sirajudin Lasena menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, meningkatkan efektivitas belanja publik, serta memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang berhasil tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau capaian administrasi pemerintahan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan harapan dan kesejahteraan bagi warga. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara Kemendagri dan Pemerintah Kabupaten Boltara, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan yang lebih efektif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.
Turut mendampingi Bupati Boltara dalam pertemuan tersebut, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Daerah Boltara, serta Kepala Dinas Pertanian Boltara.









