Jakarta, globalnewsnusantara.id – Di tengah upaya mempercepat pembangunan yang terarah dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat. Langkah tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, 11/06/2026.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda koordinasi pemerintahan, melainkan bagian dari ikhtiar besar untuk menyiapkan fondasi pembangunan daerah yang lebih tertata, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Dalam pertemuan itu, berbagai isu strategis terkait tata ruang dan pertanahan dibahas secara mendalam. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung investasi, pembangunan infrastruktur, dan pemanfaatan ruang yang lebih efektif.
Menteri ATR/BPN menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Boltara melalui bantuan teknis dan fasilitasi penyusunan RDTR. Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi daerah yang tengah berupaya menciptakan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang sekaligus mempercepat pelayanan perizinan yang semakin modern dan efisien.
Bagi daerah yang sedang bertumbuh, tata ruang bukan hanya peta pembangunan, melainkan arah yang menentukan bagaimana sumber daya alam, investasi, dan kepentingan masyarakat dapat berjalan secara harmonis. Karena itu, penyusunan RDTR menjadi langkah penting dalam memastikan pembangunan berlangsung secara terukur tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan.
Selain tata ruang, audiensi juga membahas pengembangan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Boltara. Dalam diskusi tersebut, Menteri ATR/BPN menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan program hilirisasi pertanian melalui pengaturan pemanfaatan lahan yang lebih optimal dan penguatan legalitas pertanahan guna menunjang investasi.
Hilirisasi dinilai sebagai jalan strategis untuk mengubah potensi menjadi nilai tambah. Komoditas pertanian yang selama ini dipasarkan dalam bentuk bahan mentah diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Bupati Sirajudin Lasena menyambut positif dukungan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat merupakan modal penting dalam mempercepat transformasi pembangunan di Bolaang Mongondow Utara.
“Dukungan pemerintah pusat menjadi energi besar bagi daerah untuk terus bergerak maju. Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan memiliki arah yang jelas, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Pertemuan itu juga menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi dan menghadirkan perencanaan yang matang. Ketika tata ruang disusun dengan baik dan potensi ekonomi dikelola secara tepat, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan mempercepat realisasi berbagai program yang telah dibahas. Bagi Bolaang Mongondow Utara, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun daerah yang tertata, produktif, dan siap menyongsong masa depan dengan optimisme yang lebih kuat.
Penulis : Na***









