Boltara, Globalnewsnusantara.id — Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, secara resmi membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang digelar di Aula Bapelitbangda. Rabu 30 Juli 2025
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi capaian positif yang telah diraih Boltara dalam tiga tahun terakhir, khususnya di bidang digitalisasi. Ia menyampaikan bahwa progres digitalisasi di daerah ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dimulai dari status “cukup digital” pada tahun 2022, kemudian naik menjadi “menuju digital” di 2023, hingga akhirnya di akhir tahun 2024 ditetapkan sebagai daerah dengan status “digital” oleh Satgas P2DD. Peningkatan peringkat juga menjadi indikator kemajuan, di mana Boltara menempati peringkat 50 di tahun 2022, naik ke peringkat 26 di 2023, dan melesat ke peringkat 6 dari 70 kabupaten di Sulawesi pada 2024.
Sementara itu, menyangkut inflasi, Bupati menekankan bahwa tugas TPID tidak hanya berkutat pada pengendalian harga, tetapi juga menyentuh aspek produksi, distribusi, dan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis di daerah.
“Melalui forum HLM ini, saya berharap akan terbangun kerja sama yang lebih efektif dalam memantau serta menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan. Selain itu, kita juga harus membenahi infrastruktur pendukung perdagangan dan logistik agar pengendalian inflasi dapat berjalan optimal,” ujar Bupati.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Wakil Bupati Boltara, Kajari Boltara atau perwakilan, Wakapolres Boltara, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan perbankan, Pabung 1303/BM di Boroko, para pimpinan OPD, serta unsur Satgas TPID dan TP2DD.








