GlobalNewsNusantara.id
Gubenur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid,M.Si, menorehkan sejarah baru,di mana Baru pertama kali gubernur Sulawesi Tengah bersama Wakil Gubernur memboyong hampir seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah melakukan rapat kerja dengan pemerintah Kabupaten Buol selama dua hari.
Bertempat di ruang rapat utama kantor sekretariat DPRD Kabupaten Buol, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid,M.Si di dampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reni A. Lamadjido,Sp.PK, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, M.M, Wakil Bupati Buol Dr. Nasir DJ. Daimaroto,S.H.,M.H,dan Ketua DPRD Kabupaten Buol Rian Nathaniel Kwendy.

Adapun sejumlah pejabat provinsi sulawesi tengah hadir bersama dalam rombongan Gubernur Sulawesi Tengah dan melaksanakan rapat kerja antara lain Kepala perwakilan BI Sulawesi Tengah, Kepala Bulog Sulteng, BPS Sulteng, Kepala BPJS kesehatan Sulawesi Tengah,serta kepala Bappeda provinsi Sulawesi Tengah,dan sejumlah instansi lainnya turut serta dalam rombongan tersebut.
Sementara untuk pejabat kabupaten Buol di hadiri oleh eselon II, pimpinan OPD ,dinas/badan, para camat dan lurah serta kepala-kepala desa se-kabupaten Buol.

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar hafid, M.Si, dalam sambutannya mengapresiasi dan memotivasi kehadiran para kepala-kepala desa yang hadir. Bahwa menjadi kepala desa ataupun camat harus melakukan manuver atau jemput bola agar dapat menjalankan program sesuai dengan kebutuhan desa atau wilayahnya. Gubernur juga berterima kasih atas respon yang sangat baik dari masyarakat kabupaten Buol. Ia mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin kuncinya adalah kolaborasi antara semua pihak dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.
Gubernur juga menyoroti tentang angka kemiskinan Sulteng di Sulteng yang masih 13 persen dengan jumlah kemiskinan 330.000, oleh sebab itu perlu adanya kolaborasi antara program provinsi dengan program kabupaten. Seperti implementasi 9 program BERANI, yaitu BERANI CERDAS “Nambaso (anak miskin bisa sekolah) dan kuliah gratis, beasiswa guru dan kuliah dalam dan luar negeri, revolusi milenial -Gen Z siap kerja, revitalisasi infrastruktur pendidikan. BERANI SEHAT: Berobat gratis berbasis KTP, naseha kami (layanan kesehatan masyarakat miskin), rumah sakit internasional,susu dan makan gizi pendamping bagi balita rawan stunting, BERANI LANCAR: upayakan pembangunan infrastruktur 1000 KM Tol desa, percepatan jalan Tol Tambu Kasimbar,Parigi- palu, pembangunan kawasan delta Agropoll-dan (Buol-Tolitoli-Donggala-Parimo). BERANI MENYALA: akses listrik dan air bersih,akses sinyal dan internet. BERANI SEJAHTERA: jaminan harga beras paling murah dan stabil se-indonesia, program keluarga harapan, revitalisasi Rutilahu, kawasan lumbung pangan nasional di Sulteng. BERANI BERKAH: Sulteng mengaji, Sulteng berjamaah, insentif guru ngaji,marbot masjid, pendeta,tokoh agama,tokoh adat, penyetaraan status pesantren madrasah sekolah keagamaan. BERANI MAKMUR: petani milenial, modernisasi alat pertanian, bibit unggul dan menjamin ketersediaan pupuk terbaik, bantuan alat tangkap nelayan, sistem petik/tangkap,olah, jual, hilirrisasi hasil tani dan nelayan. BERANI HARMONI: lestari 100 Dewi (Desa wisata) Sulteng, inkubasi UMKM insentif dan pelatihan kualitas produk, bantuan modal, pemasaran dan akses muda izin, pariwisata partisipatoris integrasi, pelestarian bahasa Kaili, batik Bomba, dan potensi lokal Sulteng. BERANI BERINTEGRITAS: tim gaspol (gerakan Alsi satsat pemerintah optimalisasi layani): call center laporan, tim siaga Pemprov untuk pertolongan pertama warga. layanan administrasi digital terintegrasi super Apps-Si-BERANI. budaya birokrasi melayani dan efektif .co-working space(CWS) ASN kerja sambil ngopi Bro (ngobrol pintar birokrasi), 5 miliar rupiah per Kecamatan untuk bantuan operasional yang akan di sesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
Usai memberikan paparan terkait sinkronisasi pemerintah provinsi dengan daerah dan kolaboratif program BERANI tersebut, Gubernur Sulteng Anwar Hafid memberikan bantuan bibit cacao untuk 50 ribu hektar sebanyak 25 ribu pohon,15 ribu bibit cengkeh untuk 150 hektar,30 ribu pohon bibit sawit untuk 300 hektar lahan,kelapa dalam, penyerahan Scr secara simbolis kepada dinas pertanian dan ketahanan pangan dan di lanjutkan dengan penyerahan penerima santunan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan Kematian bagi pekerja di wilayah Kabupaten Buol,jaminan Kematian dan beasiswa senilai Rp.186.000.000 juta rupiah,Rp.202.500.000,Rp.219.000.000,Rp.124.500.000,Rp.111.000.000,serta santunan jaminan Kematian dan beasiswa senilai Rp.184.000.000 yang totalnya senilai 1.192.000.000 (satu miliar seratus sembilan puluh dua juta rupiah).
Kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar hafid,M.Si dan Wakil Gubernur Sulteng dr. Reni A. Lamadjido,Sp.PK,di sambut riuh peserta yang mengapresiasi kinerja awal pemerintahan gubernur Sulteng terbaru ini.(Heny-Global)








