Ekspor Jagung Perdana Tandai Keberhasilan Sinergi Strategis Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GlobalNewsNusantara.id

Jakarta, 29 Mei 2025– Menanggapi pengumuman resmi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengenai penghentian impor jagung dan rencana ekspor perdana komoditas tersebut, Irwasum POLRI Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.M. selaku Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi holistik lintas sektor.

“Kebijakan pemerintah untuk menghentikan impor jagung dan beralih menjadi eksportir, seperti disampaikan Wamentan, adalah bukti nyata efektivitas sinergi Kementerian Pertanian, TNI, POLRI, Pemda, petani, dan swasta,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Ia menambahkan, “POLRI terlibat aktif dalam seluruh rantai produksi—mulai pendataan, penanaman, panen, hingga distribusi—guna memastikan target swasembada tercapai. Ini adalah implementasi human security: kesejahteraan petani sebagai fondasi stabilitas nasional.”

Dukungan Data dan Capaian Nyata Wamentan Sudaryono dalam *Public Hiring* (28/5/2025) mengungkap:
“Produksi jagung naik 39% sehingga pemerintah tak hanya stop impor, tapi akan ekspor jagung, terutama dari sentra seperti Gorontalo.”

Capaian Gugus Tugas POLRI (20 November 2024 – 20 Mei 2025):
– Total Lahan Terkelola: 445.600,49 Hektar
(Program 1: 17.331,25 Ha; Program 2: 428.269,24 Ha).
– Pendataan Komprehensif:
Meliputi petani, Poktan, alat pertanian, benih, pupuk, dryer,hingga distribusi.

Ketahanan Pangan sebagai Pilar Asta Cita Keberhasilan ini selaras dengan *Program Asta Cita*Pemerintah. **“Dukungan POLRI dalam manajemen rantai pasok jagung adalah bagian integral dari pemeliharaan Kamtibmas. Swasembada pangan adalah kedaulatan negara,” tegas Komjen Pol. Dedi.

Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Berdiri sejak 2024, Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI fokus pada:
– Pendampingan petani dan pengawasan distribusi pupuk/benih bersubsidi.
– Pencegahan penimbunan dan efisiensi rantai pasok dari hulu ke hilir.(HumasPolSulteng/Glob)

Berita Terkait

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti: Wakabaintelkam hingga Kapolda
Bamsoet Bicara: “Penyesuaian Transfer Daerah Idealnya Tidak Menimbulkan Akses Bagi Daerah”
Dicopot dari Menkeu, Purbaya Bikin Publik Penasaran: “Udah Siap Belum?”
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo Genjot Anggaran Peremajaan Jaringan PDAM Tingkatkan Mutu Layanan
Bupati Buol Kunjungi Kementrian Koperasi RI di Sambut Wamenkop
Bamsoet Ingatkan Industri RS Adaptif Hadapi Tekanan Ekonomi, Bukukan Penerimaan PT. SIH Tbk Meningkat 10,6 Persen
Bupati Boltara Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi Saat Audiensi dengan Kemendikdasmen
Putra Kapolda Sulut Resmi Dilantik Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Brigtar Joshua Langie Jadi Perwira Polri 2026, Kebanggaan Sulawesi Utara
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:37

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti: Wakabaintelkam hingga Kapolda

Senin, 21 September 2026 - 11:12

Bamsoet Bicara: “Penyesuaian Transfer Daerah Idealnya Tidak Menimbulkan Akses Bagi Daerah”

Selasa, 15 September 2026 - 10:20

Dicopot dari Menkeu, Purbaya Bikin Publik Penasaran: “Udah Siap Belum?”

Jumat, 4 September 2026 - 00:44

Bupati Buol Risharyudi Triwibowo Genjot Anggaran Peremajaan Jaringan PDAM Tingkatkan Mutu Layanan

Kamis, 3 September 2026 - 01:19

Bupati Buol Kunjungi Kementrian Koperasi RI di Sambut Wamenkop

Berita Terbaru