GlobalNewsNusantara.id
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan gedung pusat studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo di perguruan tinggi ilmu kepolisian (PTIK), Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari peluncuran sejumlah pusat studi kepolisian yang di harapkan dapat memperkuat riset serta pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan di lingkungan Polri.
Wakapolri dalam sambutannya menegaskan bahwa penamaan gedung pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo yang merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah hukum Indonesia sekaligus pendiri PTIK.
Menurut Wakapolri, pemikiran Soepomo yang memadukan nilai-nilai hukum dengan kearifan lokal menjadi inspirasi penting dalam membangun kerangka keilmuan kepolisian yang adaptif terhadap perkembangan dan dinamika masyarakat.
Wakapolri menjelaskan bahwa kehadiran pusat studi tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya transformasi Polri dalam membangun budaya riset yang kuat guna menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. “Melalui pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, di harapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia serta sebagai salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri” ucap Wakapolri.
Dalam kesempatan tersebut PTIK juga meresmikan 16 pusat studi kepolisian yang memiliki fokus kajian berbeda,yaitu pusat studi Polmas,Anti Korupsi,Terorisme, Ilmu Kepolisian, Kamsel Lantas, Siber,SDM, Pasifik Oseania, Kehumasan Polri, Teknologi Kepolisian, Forensik Kepolisian, Internasional Kepolisian, Keamanan Nasional, PPA, Keadilan Restoratif dan Transformasi konflik serta intejen kepolisian.
Wakapolri berharap melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi tersebut di harapkan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi,praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah.
Selain itu keberadaan pusat studi ini juga di harapkan mampu memperkuat kapasitas Polri dalam mengembangkan inovasi kebijakan yang berbasis riset dan data.
Di lansir dari Radar Nusantara Jakarta,di ketahui bahwa kedepannya Gedung pusat studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo di proyeksikan menjadi think tank strategis Polri dalam merumuskan berbagai kebijakan di bidang hukum dan keamanan.
Lewat penguatan riset dan kajian ilmiah tersebut, Polri berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang di ambil berpijak pada data , ilmu pengetahuan,serta nilai keadilan,sejalan dengan semangat transformasi menuju Polri presisi yang adaptif,modern,dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Bidhumas,Wans/Glob)








