Kota Palu Sulawesi Tengah GlobalNewsNusantara.ID — Perhatian terhadap keberlangsungan misi dan khitthoh Alkhairaat kembali menjadi sorotan. Habib Jafar Alaydrus mengingatkan seluruh Abnaulkhairaat agar tetap menjaga jati diri, persatuan serta arah perjuangan lembaga yang diwariskan oleh pendirinya, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
Dalam pandangan Habib Jafar Alaydrus, setiap bentuk kerja sama dengan pihak luar perlu disikapi secara cermat dan selektif. Program yang ditawarkan kepada Alkhairaat dinilai perlu dipastikan benar-benar sejalan dengan nilai, misi dan tujuan lembaga.
“Abnaulkhairaat harus tetap menjaga integritas dan tidak kehilangan arah perjuangan yang telah diwariskan Guru Tua,” demikian pokok perhatian yang disampaikan Habib Jafar Alaydrus.
Alkhairaat sendiri memiliki sejarah panjang dalam pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan. Sumber resmi Alkhairaat mencatat bahwa Guru Tua, Habib Idrus bin Salim Aljufri, mendirikan Alkhairaat di Palu pada 1930 dan membangun jaringan pendidikan serta dakwah yang berkembang luas di Indonesia Timur.
Karena itu, menurut Habib Jafar Alaydrus, perkembangan zaman tidak boleh membuat Abnaulkhairaat kehilangan identitas dan tujuan awal perjuangan.
Ia juga mengingatkan agar setiap kerja sama maupun program yang masuk dapat dilihat dari manfaatnya bagi kemajuan Alkhairaat, sekaligus memastikan tidak menimbulkan perpecahan atau mengaburkan karakter lembaga.
“Yang terpenting adalah menjaga Alkhairaat tetap berada pada jalur perjuangan Guru Tua, memperkuat ukhuwah, pendidikan, dakwah dan sosial,” tegasnya.
Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga warisan Guru Tua bukan hanya soal mempertahankan nama besar Alkhairaat, tetapi juga memastikan nilai dan misi yang diwariskan tetap menjadi pedoman bagi generasi Abnaulkhairaat.
Penulis: Habib Jafar Alaydrus
(Kifli-Abidjulu/GlobalNewsNusantara.ID








