Manado — GlobalNewsNusantara.ID Ketegangan menjelang sita eksekusi lahan eks Corner 52 mencapai puncaknya. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Achmad Peten Sili, SH., MH, kembali menjadi target teror setelah dua mobil misterius menyusup ke kompleks PN Manado pada Rabu dini hari, 26 November 2025.
Sekitar pukul 05.00 WITA, dua unit Avanza tanpa plat jelas bergerak perlahan memasuki area kantor PN Manado. Dari kendaraan itu, beberapa orang turun dan dengan cepat memasang sejumlah spanduk berisi kalimat provokatif dan ancaman langsung yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan.
“Mobil itu masuk pelan. Orang-orangnya buru-buru turun, pasang spanduk, lalu langsung pergi sebelum sempat dicegah,” ujar salah satu penjaga PN Manado yang melihat aksi itu dari jarak dekat.
Aksi teror itu berlangsung hanya dalam hitungan menit. Begitu spanduk terpasang, kedua kendaraan langsung melarikan diri keluar area pengadilan.
Praktisi hukum Rocky Wowor mengecam keras aksi intimidasi ini. Menurutnya, teror semacam itu adalah bentuk tekanan brutal yang mencoba mengacaukan proses peradilan.
“Ini cara-cara preman. Tidak boleh dibiarkan. Eksekusi adalah hasil proses hukum panjang, bukan ruang untuk intimidasi siapa pun. Jangan ganggu negara dengan teror murahan,” tegas Wowor.
Seluruh spanduk provokatif tersebut kini diamankan PN Manado sebagai barang bukti resmi. Aparat juga telah mengamankan rekaman CCTV untuk melacak identitas mobil dan pelaku yang terlibat.(Kif)








