MANADO — GlobalNewsNusantara.ID
Gelombang penyelidikan kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali bergulir kencang. Kali ini, sorotan publik tertuju pada proyek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) di Christian/Mission Centre GMIM yang berlokasi di kawasan Ring Road, Manado — proyek yang diduga menelan anggaran fantastis hingga puluhan miliar rupiah.
Langkah tegas ditunjukkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut, setelah memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulut, Deysi Paath, pada Rabu (8/10/2025). Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami sejumlah indikasi kejanggalan dalam pelaksanaan proyek MEP yang merupakan bagian vital dari pembangunan Mission Centre GMIM.
“Benar, kami memeriksa Kadis PU dalam rangka pekerjaan MEP di Mission Centre GMIM yang berlokasi di Ring Road,” ujar Kasubdit Tipikor Polda Sulut, Kompol Muhammad Fadli, SIK, saat dikonfirmasi media ini.
“Pemeriksaan ini khusus terkait pelaksanaan pekerjaan MEP, bukan pada pekerjaan fisik bangunannya,” tegasnya.
Proyek MEP menjadi tulang punggung operasional gedung megah tersebut. Di dalamnya mencakup sistem HVAC (pendingin dan ventilasi udara), jaringan listrik utama dan cadangan, sistem tata suara dan keamanan kebakaran, hingga instalasi air bersih dan sanitasi. Tanpa sistem ini, bangunan yang tampak mewah itu hanya akan menjadi “monumen beton” tanpa fungsi.
Berdasarkan penelusuran GlobalNewsNusantara.ID, proyek MEP Mission Centre GMIM tercatat dalam LPSE Provinsi Sulawesi Utara dengan pagu anggaran Rp 23,8 miliar (kode lelang 14258173). Namun, hingga kini, nama pemenang tender dan nilai kontrak resmi belum dapat diakses publik karena laman pengumuman LPSE bersifat terbatas.
Gedung Mission Centre GMIM sendiri, yang sebelumnya dikenal dengan nama Christian Centre, mulai dibangun sejak 2021 menggunakan dana APBD Pemprov Sulut. Setelah rampung, bangunan itu kemudian dihibahkan kepada Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sebagai pusat kegiatan rohani dan pelayanan umat.
Sumber internal penyidik Tipikor menyebutkan, setelah pemeriksaan terhadap Kadis PUPR, penyidik akan melakukan pemeriksaan maraton terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam perencanaan serta pelaksanaan proyek. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini di Mapolda Sulut.
Langkah itu dilakukan untuk menelusuri alur penuh proyek, mulai dari perencanaan, proses tender, pelaksanaan kontrak, hingga pembayaran akhir, guna memastikan tidak ada praktik mark-up, penyalahgunaan anggaran, atau permainan kontraktual dalam proyek bernilai fantastis tersebut.
Isyarat bahwa penetapan tersangka tinggal menunggu waktu pun mulai santer dibicarakan di lingkaran pemerintahan. Publik kini menanti, apakah pemeriksaan Deysi Paath akan menjadi pintu pembuka bagi terungkapnya dugaan korupsi besar di proyek keagamaan bernilai miliaran rupiah itu.(Kif)








