Manado – GlobalNewsNusantara.ID Polda Sulawesi Utara menetapkan 5 orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada Sinode GMIM kurun waktu tahun 2020 hingga 2023.
Setelah penyidik Subdit tipikor Dirreskrimsus Polda Sulut resmi tetapkan 5 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Hibah dan menahan 4 orang. Satu nama yang terakhir adalah Pdt Hein Arina terlambat diperiksa dalam status tersangka. Diketahui yang bersangkutan ijin pelayanan gereja diluar negeri (Amerika).
Alhasil kedatangan Pdt Hein Arina pulang ke Indonesia pun ramai di sosial media (medsos). tiba dijakarta malam, dan pagi sudah di Manado tersebar luas berada di ruang Subdit tipikor Dirreskrimsus Polda pagi hari.
Berita Dana Hibah Pemprov Sulut ramai terbaca dalam Media Sosial (Medsos) live FB, Tiktok, memberi dukungan serta apresiasi masyarakat atas kinerja Kapolda Sulut Irjen. Pol. Roycke Harry Langie dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol FX Winardi Prabowo, bersama Kasubdit Tipikor Polda Sulut Kompol Muhammad Fadly. Dan sisanya juga memberi doa kepada Pdt Hein Arina.
Selanjutnya kloter pertama yang ditahan adalah Karo Kesra Provinsi Sulut Fereydy Kaligis eks PJS Walikota Tomohon Kamis (10/4/2025) malam sekira pukul 22.00 WITA.
Tak lama kemudian dihari dan malam itu juga disusul oleh Jeffry Korengkeng eks Sekda Minahasa dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulut dikeluarkan dari ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Utara masuk ruang Tahanan Polda.
Selanjutnya pada Senin (14 April 2025) Sekprov Sulut Steve Kepel ketiga dan Asiano Gammy Kawatu ke empat parah tersangka yang ditahan oleh Polda Sulut. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Dalam Dugaan Korupsi Dana hibah GMIM berasal dari Pemerintah Provensi Sulut terjadi sejak tahun 2020, sampai 2023. Alhasil terjadi kerugian negara dengan jumlah Rp 8.967.684.405 dan ditetapkan 5 orang tersangka.
Dan orang yang paling terakhir ditahan oleh Polda Sulut adalah Pendeta Hein Arina, karna yang bersangkutan sudah melakukan ijin ke luar negeri (Ke Amerika). terinformasi rabu 16 April 2025 malam dari bandara Cengkareng Jakarta Pendeta Hein Arina sudah berada dijakarta dan langsung ke Manado.
Setelah tiba pagi dimanado, Pendeta Hein Arina terlihat langsung berada dipolda Sulut dan masuk diruang penyidik Subdit tipikor Dirreskrimsus Polda Sulut, Pendeta Hein Arina akhirnya keluar pukul 15:30 sore mengenakan baju oranye dikawal aparat kepolisian dan Kasubdit Tipikor Polda Sulut Kompol Muhammad Fadly ke ruangan tahanan Polda Sulut.(Zulkifli Abidjulu)








