Manado – GlobalnewsNusantara.id — Pernyataan keras Hj. Hanafii mengguncang publik. secara lantang menyoroti dugaan pembiaran terhadap persoalan serius yang seharusnya menjadi perhatian utama aparat penegak hukum.
Tidak lagi berbicara dengan bahasa normatif, Hj. Hanafii secara tegas mengirimkan pesan keras: hukum tidak boleh dipermainkan, apalagi dikalahkan oleh kepentingan tertentu, hal ini disampaikan oleh Hanafi usai keluar dari ruangan Paminal Polda Sulut Selasa (30 Maret 2026).
“Kalau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, itu bukan keadilan—itu kegagalan negara,” tegasnya. Ia menilai, sikap diam atau lambannya penanganan terhadap dugaan pelanggaran justru membuka ruang kecurigaan publik.
Dalam konteks ini, ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat bukan sesuatu yang bisa dipertaruhkan tanpa konsekuensi.
Lebih jauh, Hj. Hanafii menyinggung adanya indikasi kuat bahwa persoalan yang terjadi bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan berpotensi melibatkan kekuatan-kekuatan yang mencoba berlindung di balik kekuasaan.
“Jangan sampai ada kesan hukum bisa diatur. Kalau itu terjadi, maka yang hancur bukan hanya sistem—tapi kepercayaan rakyat,” ujarnya dengan nada serius.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan terbuka kepada aparat agar tidak bermain aman. Ia mendesak langkah nyata, bukan sekadar formalitas atau penanganan setengah hati yang justru memperkeruh keadaan.
Publik kini menanti: apakah aparat akan menjawab tantangan ini dengan tindakan tegas, atau justru memilih diam dan membiarkan situasi semakin liar?
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang tekanan publik akan semakin membesar dan menyeret lebih banyak pihak ke dalam sorotan.(Kifli)








