Penyesatan Opini Publik: Penahanan 2 Teller Bank SulutGo Kasus Dugaan Korupsi Dana Kas ATM RP 1,8 M Bukan Prestasi Komut Baru, Itu Murni Kerja Penyidik Dirreskrimsus Polda Sulut

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Vebry Tri Haryadi, Praktisi Hukum, Mantan Jurnalis
MANADO – GlobalNewsNusantara.ID Narasi yang berkembang seolah-olah penahanan dua oknum teller Bank SulutGo merupakan “buah ketegasan” Komisaris Utama (Komut) yang baru, GSVL, patut diluruskan secara tegas dan proporsional. Mengaitkan proses penahanan dengan momentum pergantian komisaris bukan hanya penyederhanaan yang keliru, tetapi berpotensi menjadi penyesatan opini publik.
Fakta hukumnya terang. Perkara dugaan tindak pidana dalam pengelolaan dana kas dan kaset ATM tersebut telah naik ke tahap penyidikan sejak Agustus 2025 berdasarkan informasi resmi dari Polda Sulawesi Utara.
Dalam sistem hukum acara pidana Indonesia, peningkatan status ke tahap penyidikan berarti penyidik telah menemukan dugaan peristiwa pidana yang cukup dan memulai rangkaian tindakan hukum lanjutan.
Tahapan itu tidak terjadi dalam hitungan hari.
Ia diawali dengan penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan, klarifikasi saksi, analisis alat bukti, hingga gelar perkara. Penahanan pun bukan tindakan simbolik. Ia hanya dapat dilakukan penyidik jika syarat objektif dan subjektif dalam KUHAP terpenuhi—termasuk pertimbangan ancaman pidana serta potensi melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatan.
Secara hukum, tidak ada satu pun norma yang memberi kewenangan kepada komisaris bank untuk memerintahkan atau “menghasilkan” penahanan seseorang. Penegakan hukum adalah domain penyidik. Karena itu, secara logika waktu dan logika hukum, mustahil seorang Komisaris Utama yang baru menjabat dalam hitungan hari menjadi faktor penentu atas tindakan hukum yang prosesnya telah berjalan berbulan-bulan sebelumnya.
Dalam perspektif hukum perseroan, kedudukan komisaris sangat jelas: menjalankan fungsi pengawasan, bukan pengurusan operasional. Aktivitas teller berada dalam struktur manajemen di bawah direksi dan kepala cabang. Jika terjadi dugaan penyimpangan di level operasional, maka tanggung jawab pengendalian internal pertama berada pada manajemen, bukan pada komisaris yang bersifat non-eksekutorial.
Mengonstruksikan penahanan sebagai “prestasi” figur tertentu berisiko menciptakan kesan bahwa proses hukum dipengaruhi dinamika jabatan internal korporasi. Ini berbahaya bagi prinsip independensi penegakan hukum. Negara hukum berdiri di atas prosedur dan alat bukti, bukan pada rotasi jabatan atau momentum politik.
Apresiasi yang proporsional justru layak diberikan kepada penyidik Polda Sulawesi Utara yang bekerja sesuai mekanisme hukum. Mereka menjalankan kewenangan berdasarkan KUHAP, bukan dalam kerangka pencitraan. Menggeser kredit institusional kepada figur jabatan tertentu hanya akan mereduksi kerja profesional aparat penegak hukum.
Lebih jauh, framing semacam ini berpotensi mengalihkan perhatian publik dari substansi persoalan: bagaimana sistem pengendalian internal berjalan? Apakah ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan operasional? Bagaimana perbaikan sistem dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang?
Pejabat di entitas milik daerah memiliki tanggung jawab moral menjaga kejernihan informasi. Integritas jabatan diuji ketika pejabat mampu menjelaskan secara jujur batas kewenangannya, bukan membiarkan narasi liar berkembang demi keuntungan citra.
Garisnya harus tegas: penahanan dua oknum teller Bank SulutGo adalah produk proses penyidikan yang telah berjalan sejak Agustus 2025. Itu adalah kerja penyidik Polda Sulawesi Utara. Bukan prestasi Komisaris Utama yang baru menjabat.
Hukum tidak boleh dijadikan panggung simbolik. Jika fakta dipelintir demi legitimasi personal, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi figur, melainkan kredibilitas prinsip negara hukum itu sendiri.

Berita Terkait

BELUM BERAKHIR! Dirreskrimsus Polda Sulut Tegaskan Tersangka Baru Bisa Menyusul dalam Kasus Dana Media Rp7,5 Miliar
BELUM BERAKHIR! Dirreskrimsus Polda Sulut Tegaskan Tersangka Baru Bisa Menyusul dalam Kasus Dana Media Rp7,5 Miliar
Perintah Kapolri Berantas Narkoba! Kapolda Sulut Gerakkan Dirnarkoba Yandrie, 110 Paket Sabu dan 8 Terduga Pelaku Diamankan
Janjikan Proyek Rp16 Miliar, Rp220 Juta Melayang! Marchelino Mewengkang Dilaporkan ke Polda Sulut, Ancaman Penjara Menanti Jika Dugaan Terbukti
*Satgassus BAIS TNI Mulai Bidik Peti Mitra! Nama Kifli Sepang, Ello Korua, Ko Herry, Steven Mamahit, Rio Koyong serta nama-nama pelaku lainya, Tambang Ilegal dan Alat Berat Terancam Ditindak*
Menang hingga PK, Lahan Sudah Dieksekusi! Roy Korengkeng Pertanyakan Langkah Adriani Kosanto: Mengapa Sengketa Kembali Dipersoalkan?
REKOR BARU TIPIKOR POLDA SULUT! 2 Hari, 3 Tersangka Dugaan Dana Media Rp7,5 Miliar — Kapolda Yudo, Dirreskrimsus Winardi & Kasubdit Tipikor Andri Bergerak, Akankah Tersangka Bertambah?
BREAKING NEWS! Tipikor Polda Sulut Bergerak! Steven Liow & Christian Iroth Jadi Tersangka dan Ditahan — Kapolda Yudho Hermanto, FX Winardi & Andri Permana Jawab Keraguan, TSK Lain Menyusul?
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:24

BELUM BERAKHIR! Dirreskrimsus Polda Sulut Tegaskan Tersangka Baru Bisa Menyusul dalam Kasus Dana Media Rp7,5 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:42

BELUM BERAKHIR! Dirreskrimsus Polda Sulut Tegaskan Tersangka Baru Bisa Menyusul dalam Kasus Dana Media Rp7,5 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:59

Perintah Kapolri Berantas Narkoba! Kapolda Sulut Gerakkan Dirnarkoba Yandrie, 110 Paket Sabu dan 8 Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:15

*Satgassus BAIS TNI Mulai Bidik Peti Mitra! Nama Kifli Sepang, Ello Korua, Ko Herry, Steven Mamahit, Rio Koyong serta nama-nama pelaku lainya, Tambang Ilegal dan Alat Berat Terancam Ditindak*

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:49

Menang hingga PK, Lahan Sudah Dieksekusi! Roy Korengkeng Pertanyakan Langkah Adriani Kosanto: Mengapa Sengketa Kembali Dipersoalkan?

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemda Buol Peringati HUT Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun

Rabu, 28 Okt 2026 - 09:17