Manado – GlobalNewsNusantara.ID
Ketegangan terkait rencana sita eksekusi lahan eks Corner52 kembali memuncak pada Jumat (28/11/2025). Situasi mengarah pada drama besar setelah proses eksekusi yang direncanakan kembali tak berjalan mulus.
Di tengah membludaknya massa, muncul narasi dari masyarakat bahwa Ko Simon seolah “sakti” karena upaya eksekusi kembali tidak terlaksana. Publik bahkan menyebut situasi ini sebagai “2-0 untuk Ko Simon”, mengingat beberapa agenda eksekusi sebelumnya juga tertunda akibat tekanan massa.
Ribuan pendukung Ko Simon kembali turun ke lokasi, melakukan aksi penolakan dan membuat kemacetan akses jalan sario menuju malalayang yang akan dieksekusi. Aksi ini membuat aparat keamanan harus berhitung lebih cermat untuk menghindari benturan besar.
Yang paling menjadi sorotan adalah pertanyaan publik:
Mengapa aparat keamanan tampak begitu berhati-hati?
Dalam berbagai komentar warganet dan pengamat, muncul spekulasi bahwa aparat tidak ingin terjadi gesekan yang bisa memicu konflik horizontal. Ada pula yang menilai bahwa massa pendukung Ko Simon memiliki kekuatan mobilisasi yang besar dan terorganisir, sehingga aparat memilih langkah pengendalian situasi yang lebih defensif.
Di tengah memanasnya situasi, nama Ketua Pengadilan Negeri Manado, Achmad Peten Sili, SH., MH, ikut menjadi sorotan setelah beredar kabar adanya tekanan psikologis berupa demo dan aksi massa yang diarahkan ke institusi yang ia pimpin. Meski demikian, PN Manado belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak aksi tersebut terhadap jadwal eksekusi.
Dengan situasi penuh tekanan, drama hukum dan sosial terkait Corner52 kini memasuki babak baru. Publik pun bertanya: Siapa sebenarnya Ko Simon hingga mampu menggerakkan massa sebesar ini dan membuat aparat sangat berhati-hati?
Sampai berita ini diturunkan, jadwal eksekusi baru belum diumumkan, dan situasi di lapangan masih dinamis.(Kif)








