Skandal Proyek Air Bersih Bakida Menguap! Rp12,9 Miliar Diduga Diselewengkan, Warga Bolsel Menjerit Tanpa Air — Polda Sulut Diminta Turun Tangan!

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal Proyek Air Bersih Bakida Menguap! Rp12,9 Miliar Diduga Diselewengkan, Warga Bolsel Menjerit Tanpa Air — Polda Sulut Diminta Turun Tangan!

Skandal Proyek Air Bersih Bakida Menguap! Rp12,9 Miliar Diduga Diselewengkan, Warga Bolsel Menjerit Tanpa Air — Polda Sulut Diminta Turun Tangan!

Bolsel — GlobalNewsNusantara.ID
Dugaan korupsi berjamaah dalam proyek strategis nasional jaringan air bersih Bakida (DAKTEMATIK) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, kini mencuat ke permukaan dan menyulut kemarahan warga.
Proyek yang menelan anggaran Rp12,97 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2024 itu seharusnya menjadi penyelamat warga dari krisis air bersih, namun kini justru berubah menjadi sumber kekecewaan dan dugaan penyelewengan anggaran besar-besaran. Proyek Bernilai Miliar Rupiah, Warga Justru Tak Dapat Air

Alih-alih menikmati air bersih seperti yang dijanjikan pemerintah, ratusan kepala keluarga di Bakida kini hanya bisa menatap pipa kosong.
“Yang dijanjikan pipa dan meteran air, tapi rumah kami tidak dipasangi. Pemerintah cuma pandai janji, hasilnya nihil,” ujar salah satu warga dengan nada geram saat ditemui di lokasi proyek.

Warga menilai proyek yang digembar-gemborkan mampu membawa air hingga ke rumah-rumah itu hanyalah janji manis tanpa realisasi.
Sebagian besar masyarakat kembali bergantung pada air sumur dan air hujan untuk kebutuhan mandi dan memasak. Diduga Gunakan Pipa Murahan dan Tak Sesuai Standar

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan adanya dugaan rekayasa material proyek.
Pipa yang seharusnya menggunakan Black Steel atau HDPE (High-Density Polyethylene) sesuai standar teknis Kementerian PUPR, diduga diganti dengan pipa plastik biasa berkualitas rendah.
Tindakan ini tidak hanya melanggar spesifikasi teknis, tetapi juga mengindikasikan adanya permainan anggaran dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang merugikan keuangan negara.

Dari total rencana 420 sambungan rumah (SR), hanya sekitar 300-an yang terealisasi. Puluhan rumah warga sama sekali belum tersentuh jaringan air bersih.
Sementara itu, proyek sudah dinyatakan selesai 100 persen di atas kertas. Janji Sekda Tinggal Janji — Jalan Aspal Tak Pernah Dibangun

Ironinya, bukan hanya air bersih yang gagal dinikmati, janji lain dari pejabat daerah pun tinggal omong kosong.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel sebelumnya berjanji akan membangun jalan beraspal menuju kawasan proyek sebagai bagian dari paket pekerjaan infrastruktur pendukung, namun hingga kini janji itu tak pernah terealisasi.

“Air tak ada, jalan juga tidak ada. Kami hanya dijadikan alat untuk laporan proyek selesai,” keluh warga lainnya. Desakan Publik: Polda Sulut Diminta Turun Tangan

Kemarahan publik kini kian membesar. Aktivis dan pemerhati kebijakan publik di Sulawesi Utara meminta Polda Sulut segera membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas proyek yang diduga sarat korupsi ini.
“Anggaran hampir Rp13 miliar bukan uang kecil. Kalau proyeknya gagal, ada yang harus bertanggung jawab. Jangan sampai rakyat jadi korban lagi,” tegas salah satu tokoh masyarakat Bolsel.

Warga mendesak agar BPK dan Kejati Sulut ikut turun menelusuri aliran dana proyek ini, serta memeriksa seluruh pihak yang terlibat — mulai dari rekanan pelaksana, konsultan pengawas, hingga pejabat pengguna anggaran. Aroma KKN Menguat, Publik Tunggu Ketegasan Penegak Hukum

Publik kini menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum.
Jika benar terjadi pengurangan kualitas material dan manipulasi volume pekerjaan, maka kasus ini bisa menjadi salah satu skandal proyek air bersih terbesar di Sulawesi Utara tahun 2025.

Sementara itu, pihak Dinas PUPR Bolsel dan pelaksana proyek hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi.

Skandal Bakida kini menjadi simbol kemarahan rakyat atas bobroknya pengelolaan proyek vital yang seharusnya membawa kesejahteraan. Warga pun berharap agar Polda Sulut tidak tinggal diam, sebab setetes air bersih yang dijanjikan, kini berubah menjadi gelombang ketidakadilan.
(Kif / Tim Redaksi GlobalNewsNusantara.ID)

Berita Terkait

DARI CENGKEH Jadilah PRESIDEN PRABOWO, DORA SIGAR Dan JEJAK SEJARAH Sulut, Akankah Gub Sulut YSK WUJUDKAN MONUMEN SEJARAH DAN TOKOH PENDIDIKAN SULUT?
Tambang Emas Ilegal NONA HOA MENCEKAM! Brami Rompas Disebut, Keluarga Lantong Dilaporkan Dugaan Penipuan Jual Tanah,Kerusakan Lingkungan Lawan Instruksi Tegas Presiden Prabowo
PETI NONA HOA MEMANAS! Nama Brami Rompas Disebut dalam Polemik, Keluarga Lantong Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Tanah
TONOM–IBULIAN BERDAMAI! Konflik Berakhir, Polda Sulut–Kodam XIII/Merdeka Fasilitasi Kesepakatan Damai
Dari Polda Sulut ke Polres Boltim, Iptu Steven Leonard Rumapea Resmi Emban Jabatan Kasat Reskrim
Tampil Beda Sambut Kemerdekaan, Kapolsek Urban Kotabunan Boltim AKP Tezza A. Arbie Kobarkan Semangat Pramuka dan Cinta Tanah Air
“CIE DEDE MUNCUL TENGAH MALAM DI POLDA SULUT! Didampingi Kuasa Hukum, Dugaan Tambang Ilegal PETI Emas Miliknya”?
Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran Dinilai Masuk Bursa Calon Kuat Kapolri, Apresiasi Kinerja Polda Sulut dan Polresta Manado Targetkan Layanan 110 Makin Responsif
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

DARI CENGKEH Jadilah PRESIDEN PRABOWO, DORA SIGAR Dan JEJAK SEJARAH Sulut, Akankah Gub Sulut YSK WUJUDKAN MONUMEN SEJARAH DAN TOKOH PENDIDIKAN SULUT?

Rabu, 30 September 2026 - 10:46

Tambang Emas Ilegal NONA HOA MENCEKAM! Brami Rompas Disebut, Keluarga Lantong Dilaporkan Dugaan Penipuan Jual Tanah,Kerusakan Lingkungan Lawan Instruksi Tegas Presiden Prabowo

Selasa, 29 September 2026 - 12:20

PETI NONA HOA MEMANAS! Nama Brami Rompas Disebut dalam Polemik, Keluarga Lantong Dilaporkan Terkait Dugaan Penipuan Tanah

Kamis, 24 September 2026 - 20:10

TONOM–IBULIAN BERDAMAI! Konflik Berakhir, Polda Sulut–Kodam XIII/Merdeka Fasilitasi Kesepakatan Damai

Selasa, 1 September 2026 - 13:36

Dari Polda Sulut ke Polres Boltim, Iptu Steven Leonard Rumapea Resmi Emban Jabatan Kasat Reskrim

Berita Terbaru