
Manado – GlobalNewsNusantara.ID
Forum Akselerasi Infrastruktur Digital yang digelar di Sulawesi Utara menjadi momentum penting lahirnya komitmen kuat antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta industri telekomunikasi nasional dalam mempercepat pemerataan akses digital di seluruh pelosok negeri, khususnya wilayah kepulauan dan kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Dalam forum strategis ini, Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia, Ir. Ganda Yudha Asparaini, S.T., MBA, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital bukan sekadar proyek teknologi, melainkan pondasi kedaulatan bangsa di era ekonomi digital global.
“Pembangunan infrastruktur digital adalah kunci menuju ekonomi digital yang mandiri dan berdaya saing. Pemerataan akses internet di wilayah 3T menjadi langkah strategis menuju kedaulatan digital Indonesia,” ujar Ganda Yudha.
Sementara itu, Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi RI, Wayan Toni Supriyanto, S.T., M.M., menyoroti pentingnya percepatan pemerataan jaringan internet nasional.
“Ketersediaan konektivitas masih timpang antara daratan dan kepulauan. Melalui program SATRIA-1 dan pembangunan 14.000 BTS baru, Komdigi berkomitmen menghapus blankspot dan memperkuat roadmap nasional menuju kemandirian digital,” jelasnya.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menegaskan kesiapan daerahnya menjadi pionir transformasi digital di Indonesia Timur.
“Kami siap memfasilitasi keamanan dan sinergi lintas sektor. Target kami, pada 2026 Sulawesi Utara bebas dari keterbatasan listrik dan internet. Kehadiran Komdigi RI membawa harapan baru bagi masa depan digital Sulut,” tegas Gubernur.
Forum ini menandai sinergi strategis antara pusat, daerah, dan industri, yang menjadi langkah konkret menuju Indonesia yang terhubung, tangguh secara digital, dan inklusif secara ekonomi.
Dengan dukungan Komdigi RI, Pemprov Sulut, dan perusahaan pelopor teknologi nasional seperti PT Len Telekomunikasi Indonesia, Sulawesi Utara kini berdiri di garis depan revolusi digital Indonesia — menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaulat di ruang digital.(Kif)







