Cina Ke As, “Berhenti Jadikan Kami Alasan Caplok Greenland

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GlobalNewsNusantara.id

Cina mendesak agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhenti untuk menjadikan Cina sebagai alasan untuk mencaplok Greenland.

Meski Denmark dan otoritas Greenland menegaskan wilayahnya “tidak untuk dijual”, pemerintah Trump pada 2026 terus memperkuat pengaruh lewat diplomasi ekonomi. Amerika Serikat gencar menawarkan investasi infrastruktur dan bantuan ekonomi guna membendung dominasi Beijing serta Moskow di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Cina mendesak agar Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhenti untuk menjadikan Cina sebagai alasan untuk mencaplok Greenland.

“Kami mendesak AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ‘ancaman Cina’ sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin seperti dikutip Antara.

Trump berulang kali mengatakan Denmark tidak bisa diandalkan untuk melindungi Greenland dari potensi ancaman Rusia atau Cina.

Trump mengklaim AS membutuhkan Greenland demi keamanan nasionalnya agar Rusia dan Cina tidak masuk.

“Cina telah menyatakan posisinya pada beberapa kesempatan mengenai Greenland. Hukum internasional yang didasari oleh tujuan dan prinsip Piagam PBB adalah fondasi tatanan internasional saat ini dan harus ditegakkan,” tambah Guo Jiakun.

Trump menyebut Denmark hanya menempatkan satu kereta luncur anjing yang merujuk pada Sirius Dog Sled Patrol, unit militer khusus Denmark yang menjaga Greenland, sehingga hal itu dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.

Pada Sabtu, Trump pun mengumumkan Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, mulai 1 Februari.

Trump juga menetapkan bahwa kenaikan tarif menjadi 25 persen akan diberlakukan pada Juni, sebagai respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap kendali AS atas Greenland.

Menyusul pengumuman tersebut, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama pada Ahad yang mengecam ancaman AS dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan kawasan Arktik.

Sehari kemudian, Financial Times melaporkan Uni Eropa mempertimbangkan penerapan tarif senilai 93 miliar euro terhadap Washington atau membatasi akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar blok tersebut.

Selain itu, Swedia, Belanda, Norwegia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Finlandia telah mengumumkan rencana mengirim pasukan ke Greenland, menyusul pengumuman Angkatan Bersenjata Denmark yang menyatakan akan memperkuat pasukan mereka di Greenland melalui kerja sama dengan NATO dan mengintensifkan latihan di pulau tersebut.

Sementara itu, Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang untuk menghentikan rencana Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, di tengah memanasnya ketegangan terkait wacana pembelian Greenlan.

Greenland yang berada di wilayah Arktik, Kutub Utara, merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009. Pulau terbesar di dunia itu memiliki lokasi strategis dan sumber daya mineral yang besar.

Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.(RilisTempo)

Berita Terkait

Indonesia Tolak Beli Drone AS untuk Intai Laut Cina Selatan
Indonesia Bergabung di Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
Dua Hari Kerja, Keluarga Besar Parengkuan Kembalikan Kejayaan Patung Pejuang Tuanku Imam Bonjol di Pineleng — Aksi Spontan yang Menyentil Pemerintah Daerah
Patung Simbol Perjuangan Tuanku Imam Bonjol Terlihat Usang di Pineleng: Aksi Keluarga Parengkuan Viral, Soroti Sikap Diam Pemda
Gempa Bumi 8,7 M di Kamchatka Rusia Berdampak Tsunami Ke Indonesia
️ Duka Mendalam Dunia: “Sleeping Prince” Arab Saudi Tutup Usia Setelah 19 Tahun Tertidur Panjang ️
Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Makkah, Tunaikan Umrah dan Temui Jemaah Haji Indonesia
Kado Istimewa Hari Bhayangkara Ke-79, Atlet Taekwondo Polda Sulteng Sumbang 2 Emas Dalam Ajang WPFG 2025 di Birmingham Amerika
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:56

Indonesia Tolak Beli Drone AS untuk Intai Laut Cina Selatan

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:02

Indonesia Bergabung di Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:39

Cina Ke As, “Berhenti Jadikan Kami Alasan Caplok Greenland

Selasa, 18 November 2025 - 23:02

Dua Hari Kerja, Keluarga Besar Parengkuan Kembalikan Kejayaan Patung Pejuang Tuanku Imam Bonjol di Pineleng — Aksi Spontan yang Menyentil Pemerintah Daerah

Senin, 17 November 2025 - 19:25

Patung Simbol Perjuangan Tuanku Imam Bonjol Terlihat Usang di Pineleng: Aksi Keluarga Parengkuan Viral, Soroti Sikap Diam Pemda

Berita Terbaru