Minahasa – GlobalNewsNusantara.ID
Patung Pejuang Kemerdekaan Tuanku Imam Bonjol yang berdiri di kawasan Desa Pineleng Satu, Jalan Manado–Tomohon, kembali mendapatkan perhatian serius. Setelah lama dibiarkan tampak kusam, terbengkalai, dan memprihatinkan, Keluarga Besar Parengkuan dari Desa Pineleng Satu turun tangan melakukan aksi gotong royong yang langsung menyita perhatian masyarakat.

Selama dua hari berturut-turut, Senin–Selasa (17–18 November 2025), keluarga Parengkuan yang terdiri dari Elsit Rampengan, Iwan Kawulusan, Jimmy Koraag, Yosef Waturandang, Maikel Waturandang, Ale Sumual, dan dipimpin langsung oleh Marlon Parengkuan, bekerja tanpa pamrih membersihkan, memperbaiki, serta mengecat kembali area patung sang pahlawan nasional tersebut.
Aksi ini dilakukan secara spontan, tanpa komando resmi, dan murni karena rasa peduli terhadap sejarah bangsa. Mereka datang membawa alat, cat, dan tenaga sendiri—sebuah bentuk kepedulian yang jarang terlihat di tengah kondisi banyak situs sejarah yang kurang mendapat perhatian.
“Keadaan patung Tuanku Imam Bonjol sudah sangat memprihatinkan. Rumput tinggi, cat terkelupas, dan lingkungan sekitar kotor. Kami datang bukan untuk sensasi, tetapi karena simpati dan rasa tanggung jawab terhadap jejak perjuangan bangsa,” ungkap Marlon Parengkuan kepada media.

Menurut Marlon, pengerjaan sempat terhambat oleh cuaca hujan yang turun tiba-tiba. Namun hal itu tidak mematahkan semangat keluarga besar Parengkuan. Mereka tetap melanjutkan pekerjaan hingga tuntas pada hari kedua.
“Puji Tuhan, hari ini semuanya sudah selesai. Patung, pondasi, pagar depan—semua sudah dibersihkan dan dicat ulang. Kami hanya ingin tempat ini kembali layak sebagai lokasi penghormatan kepada seorang tokoh pejuang kemerdekaan,” tambahnya.
Aksi ini kontan mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang menilai bahwa langkah keluarga Parengkuan sekaligus menjadi tamparan halus bagi pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas perawatan situs sejarah.

Warga berharap upaya mulia ini dapat membuka mata berbagai pihak bahwa warisan nasional seperti patung Tuanku Imam Bonjol tidak boleh dibiarkan rusak dan terbengkalai. Sebab, monumen seperti ini adalah simbol penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Dengan terselesaikannya pembersihan dan pengecatan ini, patung Tuanku Imam Bonjol kini kembali bersinar—menjadi pengingat bahwa cinta terhadap sejarah tidak selalu datang dari pemerintah, tetapi bisa lahir dari masyarakat yang peduli dan memiliki hati untuk menjaga warisan bangsa.(Zulkifli Abidjulu)








