MANADO – GlobalNewsNusantara.ID Dugaan penipuan proyek kembali mengguncang publik. Seorang warga Kota Manado, Satila Alkatiri, istri dari kontraktor Asdi Alamri, resmi angkat bicara dan menggelar konferensi pers di Polda Sulut Senin (20 April 2026) terkait laporan dugaan penipuan proyek oleh seorang pria berinisial FM, yang disebut sebagai mantan staf khusus di era pemerintahan ODSK.
Laporan tersebut tercatat dalam LP/B/70/I/2026/SPKT/Polda Sulut tertanggal 29 Januari 2026. Setelah berbulan-bulan berjalan tanpa kejelasan dari yang bersangkutan, pihak pelapor pun meminta ijin ke penyidik dan akhirnya memilih membuka kasus ini ke publik demi mencari kepastian hukum.
Satila menjelaskan, dugaan penipuan bermula dari janji manis terlapor yang mengaku mampu mengurus proyek tender di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar April 2016, saat dirinya bersama sang suami yang memiliki perusahaan kontraktor ditawari peluang proyek bernilai besar.
Namun, proyek yang dijanjikan tak pernah terealisasi.
“Awalnya kami percaya karena yang bersangkutan mengaku punya akses dan jabatan strategis. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, proyek tidak ada, dan kami merasa dirugikan,” ungkap Satila dalam konferensi pers.
Kasus ini menjadi sorotan karena yang bersangkutan adalah Stafsus pemerintahan lalu yang masuk lingkar kekuasaan di daerah, Pelapor yakini aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulut, dapat segera menuntaskan laporan tersebut dan memberikan kepastian hukum.
Publik kini menanti langkah tegas aparat, mengingat kasus dugaan penipuan berkedok proyek pemerintah kerap merugikan pelaku usaha lokal dan mencederai kepercayaan terhadap sistem pengadaan negara.
Kasus ini pun berpotensi membuka tabir pintu masuk pembongkaran jaringan “jual proyek”? atas dugaan praktik serupa yang selama ini tersembunyi.(Kif)








