GlobalNewsNusantara.id
Dewan Perwakilan Daerah menggelar rapat internal bersama seluruh fraksi-fraksi membahas tentang kondisi keuangan daerah yang sedang “Tidak Baik-baik saja” sejak beberapa bulan terakhir, bertempat di ruang rapat utama kantor DPRD Kabupaten Buol,provinsi Sulawesi Tengah, Senin (4/5/2026).
Rapat internal bersama alat kelengkapan DPRD tersebut di pimpin Wakil Ketua I DPRD Buol Karmin O.Y Kaimo,S.Ag, di dampingi Wakil Ketua II Ahmad R. Kuntuamas,dengan peserta rapat sejumlah 20 anggota DPRD serta Sekertaris DPRD Kabupaten Buol Munawir A. Nouk,S.Stp.
Dalam agenda tersebut,Pimpinan rapat internal Karmin O.Y Kaimo,mengatakan bahwa DPRD Buol saat ini tegas meminta TAPD menjelaskan kondisi keuangan daerah, sistem pengelolaan keuangan daerah serta alur kas pemerintah daerah. Sejumlah kritikan yang di arahkan ke DPRD Buol mengharuskannya mengambil ketegasan. Hal senada juga di sampaikan oleh Wakil Ketua II Ahmad R. Kuntuamas, dimana sebagai pimpinan DPRD Buol ia menyoroti kehadiran kepala daerah dalam Paripurna LKPJ baru-baru ini. ia menegaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan keputusan bersifat paripurna istimewa sebaiknya tidak di wakili.
Diskusi panas dalam ruang rapat internal DPRD juga terlontar dari fraksi Indonesia Perjuangan. Arista menegaskan bahwasanya selaku anggota DPRD Kabupaten Buol ia meminta laporan alur kas pemerintah daerah dari tim TAPD agar kerja- kerja DPRD terukur. selain itu Arista juga meminta laporan TAPD tersebut berdasarkan data. “Kami mau melihat sebenarnya di mana problem sehingga masalah THR dan TPP ini belum di cairkan. setelah itu kami juga rapat internal bersama tim TAPD. saya pribadi mendesak kepada pimpinan untuk meminta data rill di atas kertas terkait alur kas pemerintah daerah dan dokumen pendukung dari tim TAPD untuk sama-sama kita evaluasi” Papar Arista.
Selain itu, anggota DPRD dari fraksi Nasdem Muh. Iqbal Ibrahim,S.Pd juga menyoroti sistem pengelolaan keuangan daerah yang menurut pengamatannya perlu untuk di lakukan evaluasi sesegera mungkin, “Gaji pegawai yang biasanya menjadi penggerak ekonomi saat ini lambat di bayarkan dan itu sangat berdampak. selain itu APBD yang teralokasikan di kegiatan yang tidak berkaitan dengan ekonomi masyarakat juga cukup mempengaruhi. saya selaku ketua fraksi Nasdem tidak akan memaksa anggota fraksi saya dan fraksi- fraksi lain,namun apabila hal ini masih terus berlanjut hingga dua bulan kedepan maka saya akan mengambil sikap tegas. saya tahu bahwa setiap mengambilan sikap tentu berdampak pada konsekwensi” ujar Moh. Iqbal.
Karmin O.Y Kaimo dan Ahmad R. Kuntuamas selaku pimpinan rapat selanjutnya meminta Sekertaris DPRD Kabupaten Buol untuk mengundang tim anggaran pemerintah daerah dalam rapat selanjutnya agar dapat menyampaikan laporan alur kas daerah kepada pimpinan DPRD dan fraksi-fraksi.
Penulis : Heny
Editor : Heny Manoppo
Sumber Berita: DPRD Buol









