BOLMUT, globalnewsnusatara.id – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus mematangkan perencanaan tata ruang wilayah melalui penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Bolangitang Timur dan Pinogaluman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) I dan Konsultasi Publik I (KP I) KLHS penyusunan materi teknis dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) dokumen RDTR yang dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Fadly T. Usup, SE, M.M., mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Boltara, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Coconut Beach Cafe, kawasan wisata Pantai Batu Pinagut tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan dokumen perencanaan tata ruang yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan pembangunan daerah.
Penyusunan KLHS dalam proses perencanaan RDTR memiliki peran penting untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam kebijakan, rencana, dan program penataan ruang. Hal ini sekaligus menjadi landasan dalam mengantisipasi potensi dampak lingkungan dari arah pemanfaatan ruang di wilayah perencanaan.
Melalui FGD dan konsultasi publik ini, berbagai masukan, saran, serta pandangan dari pemangku kepentingan diharapkan dapat dihimpun sebagai bahan penyempurnaan dokumen KLHS dan RDTR, sehingga perencanaan tata ruang Kecamatan Bolangitang Timur dan Pinogaluman dapat disusun secara terarah, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah pusat, tenaga ahli, serta masyarakat juga menjadi bagian penting untuk menyelaraskan kepentingan pembangunan dengan perlindungan lingkungan hidup.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subdirektorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Wilayah B, Althoriq Febrino, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, Tim Supervisi Direktorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang (SPR) Penyusunan RDTR di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Ani Susiani Yolanda bersama tim konsultan PT Deltra Wijaya Konsultan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Hadir pula Kepala UPTD Air Bersih dan Air Limbah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) atau perwakilannya, Kepala Bidang Tata Ruang Surya Ningrat Datunsolang, ST., MPPG., tokoh masyarakat, para sangadi, serta peserta kegiatan lainnya.
Melalui tahapan ini, Pemerintah Kabupaten Boltara diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan tata ruang yang tidak hanya memberikan kepastian pemanfaatan ruang, tetapi juga mendukung investasi, mengoptimalkan potensi wilayah, dan menjaga kelestarian lingkungan bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Penulis : **Na








