GlobalNewsNusantara.id
Komisi 1 DPRD Buol menggelar rapat bersama OPD mitra kerja selama tiga hari berturut-turut,sejak Rabu 11 Juni hingga Jum’at,(13/6/2025), di pimpin Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Buol Ahmad A. Koloi, bertempat di ruang rapat Bapemperda.

Pada hari kedua, Komisi 1 DPRD Kabupaten Buol menggelar rapat bersama Dinas KB dan P3A. Ketua komisi 1 di dampingi sekertaris i Wayan Gara,S.Sos,M.Kep, Srikandi Batalipu,S.Sos,M.AP, Arista, Suparmin P. Surah,Hj. Martini P. Lamaka,A. Md,Kep,serta Plt. sekertaris Dinas KB dan P3A berserta Kabid terkait program.
Rapat kerja komisi 1 yang di pimpin Ahmad Koloi bersifat evaluasi dan investigasi serta monitoring terkait sejumlah program yang berkaitan dengan KB dan penanganan stunting di kabupaten Buol. Ahmad Koloi meminta sekertaris KB dan P3A serta pejabat yang membidangi untuk memaparkan terkait berapa besar persentase stunting dan penanganan stunting, pendampingan dinas terhadap anak berpotensi stunting serta penyuluhan antisipasi stunting termasuk di dalamnya pencegahan terjadinya pernikahan dini dan sosialisasi ke tingkat kecamatan dan desa secara kontinu.
Di katakan dalam rapat tersebut bahwa Persentase stunting di Buol kembali meningkat 10 persen menjadi 36 persen dan itu telah di lakukan uji sampel pada setiap 10 anak di wilayah Posyandu yang tersebar di sebelas Kecamatan se-kabupaten Buol.
Sekertaris KB dan P3A Kabupaten Buol mengatakan bahwa terjadinya peningkatan terhadap anak stunting di Kabupaten Buol sejak bulan Mei tahun 2025 sebesar 10% sehingga angka stunting di Buol menjadi 36 persen dari sampel survei yang dilakukan pada beberapa bulan lalu. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap ada orang tua asuh yang bersedia memberikan kontribusi pada setiap bulan untuk anak-anak stunting di Buol.
Sementara, Ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Buol Ahmad A.Koloi menggugah kesiapan dari anggota DPRD untuk menjadi orang tua asu yang bersedia memberikan kontribusi berupa bahan pokok makanan untuk anak stunting yang sediaan di distribusikan pada setiap bulannya. Keinginan tersebut akan kembali dibahas dalam rapat secara qorun bersama 25 anggota DPRD lainnya. Tak hanya itu Ahmat koloi juga berharap bahwa pejabat pimpinan OPD bersedia memberikan kontribusi untuk menekan angka penting di kabupaten Buol.(Heny-Global)









