Dirkrimsus Polda Sulut Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo: “Suara Boleh Lantang, Tapi Jangan Rusak Kedamaian – Mari Jaga Sulut Agar Investor Tetap Percaya”

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirkrimsus Polda Sulut Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo: “Suara Boleh Lantang, Tapi Jangan Rusak Kedamaian – Mari Jaga Sulut Agar Investor Tetap Percaya”

Dirkrimsus Polda Sulut Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo: “Suara Boleh Lantang, Tapi Jangan Rusak Kedamaian – Mari Jaga Sulut Agar Investor Tetap Percaya”

Manado – GlobalNewsNusantara.ID –
Gelombang aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat di Sulawesi Utara terus menghiasi ruang publik dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah derasnya aspirasi yang disuarakan, satu pesan penting kembali digaungkan: demokrasi harus tetap elegan, damai, dan tidak boleh menggerus kedamaian yang menjadi identitas Sulut.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Dirkrimsus Polda Sulut, Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo, dalam keterangannya di Manado, Kamis (04/09/2025). Menurutnya, kebebasan berekspresi adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, kebebasan itu harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kita semua elemen masyarakat harus berani bersuara. Suara boleh lantang, tapi jangan sampai merusak kedamaian. Terima kasih kepada mahasiswa, buruh, dan masyarakat yang tetap menjaga aksi berjalan kondusif,” ungkap Winardi. Demokrasi Boleh Panas, Tapi Sulut Harus Tetap Teduh

Dalam penjelasannya, Winardi menekankan bahwa unjuk rasa sejatinya adalah ruang demokrasi yang sehat. Namun, ia mengingatkan agar aksi tidak berubah menjadi momok yang menakutkan.

“Kalau aspirasi disampaikan dengan cara yang baik, pasti didengar. Dialog bisa terbangun, solusi bisa dicapai. Sebaliknya, kalau anarkis, bukan hanya pesan yang hilang, tapi juga merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Pesan ini bukan tanpa alasan. Winardi menyinggung potensi besar kerugian sosial-ekonomi yang bisa muncul bila aksi berubah rusuh. Bukan hanya warga yang terganggu, tapi juga dunia usaha, iklim investasi, hingga masa depan pembangunan Sulut. Investor Percaya Karena Sulut Damai

Lebih jauh, Winardi menyampaikan bahwa kedamaian Sulawesi Utara adalah magnet investasi. Iklim bisnis yang kondusif selama ini membuat banyak investor melirik Sulut sebagai daerah yang potensial untuk ditanamkan modal.

“Kalau kondisi kacau, masyarakat jadi takut beraktivitas, pelaku usaha enggan bergerak, dan ekonomi otomatis terganggu. Investor pun akan berpikir ulang untuk menanam modal. Ini yang harus kita hindari bersama,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kedamaian bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus melihat bahwa stabilitas adalah fondasi utama bagi pembangunan dan kesejahteraan. Demo Berulang, Tapi Tetap Kondusif

Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai tanah Nyiur Melambai, kerap dijadikan contoh daerah dengan tingkat toleransi dan keamanan tinggi. Meski aksi demonstrasi berulang, hingga kini situasi tetap aman dan terkendali.

Winardi menyebut hal ini tak lepas dari kesadaran kolektif seluruh pihak. “Mahasiswa, buruh, dan masyarakat sadar bahwa menyampaikan aspirasi tidak boleh merusak. Inilah yang membuat Sulut berbeda dengan daerah lain,” katanya. Penutup: Aspirasi Damai, Sulut Tetap Jaya

Pesan yang dibawa Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo seolah menjadi pengingat keras namun penuh harapan: demokrasi hanya akan berarti bila dijaga dengan kedamaian.

Sulawesi Utara harus terus berdiri sebagai contoh bahwa suara rakyat bisa didengar tanpa harus ada bentrokan. Bahwa aspirasi bisa elegan, dan perbedaan pendapat bisa berujung pada solusi – bukan perpecahan.

“Mari kita buktikan bahwa Sulut tetap teduh. Suara boleh lantang, tapi damai harus tetap menjadi nafas kita bersama.” – Kombes Pol F.X. Winardi Prabowo. (Laporan: Kifli Abidjulu – GlobalNewsNusantara.ID)

Berita Terkait

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya
Sambutan Hangat di Bumi Nyiur Melambai, Brigjen Pol Yudo Hermanto Resmi Tiba di Manado sebagai Kapolda Sulut
GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT
Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut
BPKP Sulut Diminta Segera Rampungkan Kerugian Negara, Babak Akhir Dugaan Korupsi Gedung MEP GMIM: Mecky Onibala Diperiksa Tipikor Polda
Permohonan Maaf Diterima, Kuasa Hukum Berry Betrandus: Ini Pergumulan Keduanya, Mari Beri Ruang untuk Hukum dan Doa
Dugaan Penikaman di Tatelu Berujung Penahanan, Kuasa Hukum Isak Tambani Sampaikan Permohonan Maaf kepada Berry Dan Keluarga
Merasa Nama Baik Tercemar, Hirohito Saroinsong Laporkan Pemilik Akun Facebook Sary Rinja ke Polda Sulut
Berita ini 384 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 23:08

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39

GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT

Jumat, 4 September 2026 - 12:14

Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut

Kamis, 3 September 2026 - 13:45

BPKP Sulut Diminta Segera Rampungkan Kerugian Negara, Babak Akhir Dugaan Korupsi Gedung MEP GMIM: Mecky Onibala Diperiksa Tipikor Polda

Kamis, 3 September 2026 - 00:05

Permohonan Maaf Diterima, Kuasa Hukum Berry Betrandus: Ini Pergumulan Keduanya, Mari Beri Ruang untuk Hukum dan Doa

Berita Terbaru