Manado – GlobalNewsNusantara.ID
Suasana perdamaian kembali ditegakkan di Minahasa Tenggara setelah jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Pangdam XIII/Merdeka yang diwakili Kasdam Brigjen TNI Nono Julianto, menggelar dialog akbar bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Belang di Aula GMIM Silo Watuliney, Senin (1/12/2025).
Pertemuan lintas unsur ini digelar untuk memastikan situasi tetap kondusif pascainsiden perkelahian antar kelompok dua desa yang terjadi pada Minggu (30/11/2025) dini hari. Wagub Sulut: Hadapi Masalah Dengan Kasih
Mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay mengajak masyarakat untuk memandang setiap persoalan dengan hati yang teduh.
“Mari menghadapi persoalan dengan kasih. Kasih kepada Tuhan, kasih kepada sesama. Dengan begitu, setiap masalah pasti dapat kita selesaikan bersama.” Kapolda Sulut: Reintegrasi & Rekonsiliasi untuk Pulihkan Kebersamaan
Dalam dialog tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan pentingnya memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Rekonsiliasi berarti mendengar, meluruskan informasi yang salah. Reintegrasi berarti menyatukan kembali kekuatan yang sempat terpecah, menjadi satu tujuan kebersamaan.”
Kapolda juga menegaskan bahwa insiden yang terjadi bukan konflik SARA, tetapi murni kriminal. “Kesimpulannya, kejadian 30 November 2025 adalah kriminal murni. Pelaku akan diproses tegas sesuai hukum yang berlaku.”
Kapolda turut memerintahkan Kapolres Minahasa Tenggara melakukan sidak terhadap peredaran miras, lem, dan obat keras, yang sering menjadi pemicu gangguan keamanan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk aktif melaporkan peredaran bahan-bahan tersebut.
Selain itu, Kapolda menjelaskan kembali peran Patroli PANTERA, program pengamanan Polda Sulut yang kini terus digencarkan di wilayah rentan. Pangdam XIII/Merdeka: Jaga Persatuan, Jangan Terpecah
Kasdam Brigjen TNI Nono Julianto, mewakili Pangdam XIII/Merdeka, mengajak masyarakat tidak terjebak provokasi dan tetap menjaga keutuhan daerah.
“Persatuan adalah kekuatan terbesar kita. Jangan biarkan kejadian ini dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin memecah belah.” Suara Tokoh Agama & Masyarakat
Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan penting:
- Pdt. Maxi Lempas: masyarakat jangan mudah terprovokasi.
- Pdt. Femmy Tiwow: pelaku harus diproses sesuai hukum.
- Deyske Sangia: FKUB telah mensosialisasikan moderasi beragama sebelumnya.
- Irpan Idris: miras, lem, dan senjata tajam sering memicu keributan.
- James Sumendap: insiden ini merupakan kenakalan remaja, bukan isu SARA. Forkopimda Hadir Lengkap, Warga Apresiasi Komitmen Perdamaian
Acara ini dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimda Sulut, termasuk Wakapolda, Pejabat Utama Polda Sulut, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Kapolres dan pejabat Polres, Dandim 1302/Minahasa, pejabat pemkab, Kemenag, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Kehadiran lengkap unsur pemerintah, TNI–Polri, dan tokoh masyarakat menjadi penanda bahwa Sulawesi Utara kompak menjaga stabilitas, memastikan ketegangan tidak berkembang, dan mengembalikan suasana damai di Minahasa Tenggara.(Kif)








