“Kawasan PETI Ratatotok Jadi Medan Perang? Tiga Nyawa Melayang, Tambang Ilegal Kian Brutal — Masihkah Hukum Berkuasa di Sulawesi Utara?”

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minahasa Tenggara – GlobalNewsNusantara.ID
Kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, kembali berubah menjadi ladang maut. Bentrokan berdarah antar penambang ilegal, Sabtu (20/12/2025) siang, menewaskan tiga orang dan membuat satu perempuan kritis akibat luka tembak senjata rakitan.
Peristiwa tragis ini menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah menjelma menjadi arena konflik berdarah yang merenggut nyawa manusia. Ironisnya, kejadian serupa terus berulang, seolah kawasan ini dibiarkan menjadi “zona bebas konflik” tanpa pengawasan serius.
Informasi yang dihimpun GlobalNewsNusantara.ID salah satu warga yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara dan mulai ramai di laman Facebook dan Grub FB terus menyebutkan, bentrokan melibatkan dua kelompok warga, yakni kelompok dari Desa Basaan dan Belang berhadapan dengan kelompok dari Desa Tombatu.
Keempat korban diduga terkena tembakan senjata api rakitan di tengah baku serang yang berlangsung brutal.
Seorang sumber di lokasi mengungkapkan, dua korban meninggal dunia merupakan warga Desa Basaan, sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Belang. Adapun korban kritis adalah seorang perempuan asal Desa Belang yang mengalami luka tembak di bagian paha.
“Korban meninggal tiga orang, dua dari Basaan dan satu dari Belang. Satu perempuan dari Belang kritis karena luka tembak,” ujar sumber tersebut. Menurutnya, bentrokan dipicu sengketa batas lokasi tambang yang diklaim milik Steven Mamahit dan seorang penambang ilegal lainnya.
Ketegangan sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya dan akhirnya meledak menjadi konflik terbuka. “Masalahnya batas lahan tambang. Sejak kemarin sudah panas, dan hari ini puncaknya,” tambahnya.
Sekitar pukul 15.55 Wita, personel Sabhara Polres Minahasa Tenggara dibantu aparat Polda Sulawesi Utara mengevakuasi tiga jenazah serta satu korban kritis menggunakan mobil patroli.
Evakuasi dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Mitra, Iptu Ferry Sulu. Kejadian bentrok warga di kawasan PETI Ratatotok dikenal sejak lama sebagai titik rawan konflik, peredaran senjata rakitan, dan aktivitas tambang ilegal yang terang-terangan melanggar hukum. Sindiran pun menguat di tengah masyarakat:
“Tambang ilegal terus jalan, korban terus berjatuhan — apa kawasan ini kebal hukum?” Warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya datang untuk mengevakuasi korban, tetapi benar-benar menutup dan menertibkan PETI yang telah berulang kali memicu kekerasan.
Selanjutnya tragedi demi tragedi dikhawatirkan hanya tinggal menunggu waktu. hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan serta mendalami kepemilikan senjata rakitan yang digunakan dalam bentrokan tersebut.(Kif/GlobalNewsNusantara.ID.)

Berita Terkait

Calvin Castro: Bukti Keberhasilan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK di Sulut Nyata, Namun Sengaja Dikaburkan oleh Perang Medsos Terstruktur
Ancaman Hukuman Berat Menanti! Dirreskrimum Polda Sulut Tetapkan Steven Hardyn Paera Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Emas
Prestasi Gemilang Era YSK! Ombudsman RI Tetapkan Pemprov Sulut Berkualitas Tinggi dan Bebas Maladministrasi
KBO Satresnarkoba Tolitoli, IPDA Ahmad Pimpin Penggerebekan, dikampung kuda,Wanita 26 tahun simpan sabu 315,1gram diringkus
Lapas Kelas IIB Tolitoli Gelar Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan Bersama jajaran TNI/POLRI serta forkopimda
Eselon II Resmi Terbuka! Sekprov Tahlis Gallang Tegaskan Arah Gubernur Sulut YSK Tak Berubah: Talenta Nasional & Loyalitas Jadi Kunci
Dugaan Korupsi Proyek Satpol PP Sulut Menguak! Pdt Arthur Malonda Desak APH Usut Tuntas, CCTV hingga Mami Diduga Bermasalah
Resmi Dilantik! Tahlis Gallang Jadi Sekprov Sulut, Aktivis Calvin Castro Dukung Penuh Gubernur YSK, BMR Solid Dukung Percepatan Birokrasi
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:13

Calvin Castro: Bukti Keberhasilan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK di Sulut Nyata, Namun Sengaja Dikaburkan oleh Perang Medsos Terstruktur

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:54

Ancaman Hukuman Berat Menanti! Dirreskrimum Polda Sulut Tetapkan Steven Hardyn Paera Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Emas

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:47

Prestasi Gemilang Era YSK! Ombudsman RI Tetapkan Pemprov Sulut Berkualitas Tinggi dan Bebas Maladministrasi

Senin, 11 Mei 2026 - 16:48

KBO Satresnarkoba Tolitoli, IPDA Ahmad Pimpin Penggerebekan, dikampung kuda,Wanita 26 tahun simpan sabu 315,1gram diringkus

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:04

Lapas Kelas IIB Tolitoli Gelar Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba dan Penipuan Bersama jajaran TNI/POLRI serta forkopimda

Berita Terbaru