Penambang Tradisional Tolak Alat Berat Masuk WPR, Tambang Rakyat Tobongon Terancam Hancur

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Rakyat Tobongon

Tambang Rakyat Tobongon

BOLTIM — GlobalNewsNusantara.ID Suasana di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendadak memanas. Warga dan penambang tradisional setempat geram setelah mengetahui adanya aktivitas alat berat jenis excavator yang beroperasi di kawasan tambang rakyat tersebut.

Satu unit alat berat excavator diduga milik seorang oknum bernama Fani, terlihat bebas mengeruk tanah dan memporak-porandakan area perbukitan di WPR Tobongon. Padahal, wilayah ini selama puluhan tahun dikenal sebagai “Wisata Tambang Emas Tobongon” yang hijau, lestari, dan menjadi contoh tambang rakyat ramah lingkungan di Boltim.

“Kami sangat kecewa. Excavator itu jelas-jelas merusak hutan WPR. Padahal dari dulu kami menambang di sini secara manual, menggali dengan tangan dan alat sederhana. Kami tetap menjaga kelestarian hutan Tobongon agar tidak rusak seperti daerah lain,” ujar sejumlah penambang yang ditemui di lokasi, Rabu (8/10/2025).

Warga menilai, tindakan oknum tersebut mencoreng semangat gotong royong dan tradisi tambang rakyat yang sudah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Tobongon. “Kalau dibiarkan, WPR Tobongon bisa hancur seperti Desa Lanut, yang rusak parah akibat bebasnya alat berat masuk ke area tambang,” tegas mereka.

Para penambang meminta aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk segera turun tangan menghentikan aktivitas alat berat di wilayah tersebut. “Jangan sampai kami sendiri yang bertindak. Kami selama ini komitmen tidak pakai alat berat. Kalau semua ikut-ikutan, habislah hutan Tobongon,” kata mereka.

Pantauan awak media di lapangan, tampak kerusakan hutan di area WPR Tobongon akibat aktivitas alat berat. Jalan selebar beberapa meter tampak baru dibuka, dan terlihat pula pembuatan bak rendaman di sekitar lokasi. Excavator berwarna kuning yang diduga milik oknum Fani masih berada di area tersebut saat wartawan mendatangi lokasi.

“Jangan karena punya beking kuat, lalu seenaknya masuk dan merusak kawasan WPR. Kami sudah puluhan tahun menambang manual tanpa pernah pakai alat berat. Kami ingatkan, jangan hancurkan hutan Tobongon,” ujar salah satu tokoh penambang dengan nada tegas.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya mengonfirmasi kepada oknum Fani yang diduga sebagai pemilik excavator untuk meminta klarifikasi terkait aktivitas pertambangan di kawasan WPR Tobongon.(Kif)

Berita Terkait

Tampil Beda Sambut Kemerdekaan, Kapolsek Urban Kotabunan Boltim AKP Tezza A. Arbie Kobarkan Semangat Pramuka dan Cinta Tanah Air
“CIE DEDE MUNCUL TENGAH MALAM DI POLDA SULUT! Didampingi Kuasa Hukum, Dugaan Tambang Ilegal PETI Emas Miliknya”?
Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran Dinilai Masuk Bursa Calon Kuat Kapolri, Apresiasi Kinerja Polda Sulut dan Polresta Manado Targetkan Layanan 110 Makin Responsif
Merasa Dirugikan, Pemilik Lahan Nurbaya Supit Siapkan Laporan Polisi: Rio Koyong Alias Tayo Diduga Rusak Area Tambang
Sinergi Tanpa Batas! Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi dan Kapolresta Kombes Pol Irham Halid Kompak Jaga Keamanan Kota Manado Soliditas Kodam XIII/Merdeka dan Polda Sulut
Puncak HUT Bhayangkara ke-80 di Polda Sulut Pecah! Parade Akbar, Merah Putih Raksasa Berkibar, Pangdam XIII/Merdeka Mirza Agus Nyanyikan “Kamu Tak Sendirian”
Terpilih Pimpin Pokja PWI Manado, HUT Kamrin Tawi Dan Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh Kolaborasi Perempuan untuk Bersatu dan Berkarya
Calvin Castro: Bukti Keberhasilan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK di Sulut Nyata, Namun Sengaja Dikaburkan oleh Perang Medsos Terstruktur
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:49

Tampil Beda Sambut Kemerdekaan, Kapolsek Urban Kotabunan Boltim AKP Tezza A. Arbie Kobarkan Semangat Pramuka dan Cinta Tanah Air

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:39

“CIE DEDE MUNCUL TENGAH MALAM DI POLDA SULUT! Didampingi Kuasa Hukum, Dugaan Tambang Ilegal PETI Emas Miliknya”?

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:17

Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran Dinilai Masuk Bursa Calon Kuat Kapolri, Apresiasi Kinerja Polda Sulut dan Polresta Manado Targetkan Layanan 110 Makin Responsif

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:52

Merasa Dirugikan, Pemilik Lahan Nurbaya Supit Siapkan Laporan Polisi: Rio Koyong Alias Tayo Diduga Rusak Area Tambang

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:07

Sinergi Tanpa Batas! Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi dan Kapolresta Kombes Pol Irham Halid Kompak Jaga Keamanan Kota Manado Soliditas Kodam XIII/Merdeka dan Polda Sulut

Berita Terbaru