GlobalNewsNusantara.id
Proyek rekonstruksi pengaman pantai yang terletak di desa monano dengan panjang 325 meter dan desa Busak 1 kecamatan karamat sepanjang 350 meter rampung, namun di duga dananya masih terkatung – katung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku pelaksana rehabilitasi dan rekonstruksi pengaman pantai sebelumnya fokus pada mitigasi bencana abrasi dengan membangun infrastruktur pelindung pantai serta memberikan dukungan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak, hingga memastikan kehadiran negara melindungi wilayah pesisir.
Tujuan BPBD Buol dalam penanganan abrasi khususnya mitigasi bencana adalah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan sebelum terjadinya kerusakan lebih parah selanjutnya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi struktur pengaman pantai akibat abrasi.
Di ketahui bahwa dalam hal penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pengaman pantai ini, BPBD adalah garda terdepan dalam misi kemanusiaan dengan menjadikan penanganan abrasi tersebut sebagai prioritas yang bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah secara bertahap.
Pencapaian pembangunan infrastruktur pelindung pantai dari abrasi rampung namun hingga saat ini pihak CV. Lima R Basysyar dan CV. Cahaya Borneo Konstruksi selaku penyedia belum menerima pembayaran meskipun pembangunan infrastruktur pelindung pantai telah rampung.
Di konfirmasi media ini kepada kepala pelaksana BPBD Moh. Kachfi Mardjuni,S.Pi, tentang adanya keterlambatan pembayaran sementara proyek telah rampung, di jawab langsung bahwasanya dananya sudah masuk ke daerah namun masih menunggu proses SPM.
Meskipun sebelumnya dalam beberapa wawancara live pihak BPBD menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur rehabilitasi dan rekonstruksi pengaman pantai adalah dana hibah yang mestinya dananya siap, namun hingga saat ini pihak penyedia masih mempertanyakan dan menunggu realisasi sebab pekerjaan telah rampung. (Tim Global)








