MANADO, GlobalNewsNusantara.ID — Konsolidasi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Sulawesi Utara (Sulut) mulai memasuki fase penguatan serius. DPD, DPC Kabupaten/Kota hingga anggota DPRD Hanura se-Sulut disatukan dalam satu strategi organisasi untuk memperkuat mesin partai sekaligus mengejar target lolos ke parlemen pada Pemilu mendatang.
Konsolidasi dan rapat teknis Team Task Force Partai Hanura tersebut dibuka langsung Patrice Rio Capella, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura sekaligus Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura.
Kehadiran Rio Capella menjadi sinyal kuat bahwa jajaran DPP memberikan perhatian terhadap penguatan struktur Hanura di Sulawesi Utara.
Dalam forum tersebut, Ketua DPD Partai Hanura Sulut Ade Saerang memaparkan perkembangan organisasi, termasuk kondisi kepengurusan DPC Hanura di kabupaten/kota yang telah memperoleh SK maupun mandat dari DPP.
Ade juga menyampaikan berbagai langkah konsolidasi yang telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan KPU terkait kesiapan dan kelengkapan administrasi kepengurusan Hanura di daerah.
Tak hanya struktur utama partai, konsolidasi tersebut turut memperkenalkan organisasi sayap yang berada dalam lingkungan Hanura, di antaranya Srikandi Hanura dan Singa Muda Partai Hanura.
Rio Capella: Target Hanura Lolos Parlemen Dalam sambutannya, Patrice Rio Capella menegaskan bahwa target Hanura menghadapi Pemilu bukan sekadar memenuhi ambang batas parlemen, tetapi harus mampu kembali menempatkan kekuatan politiknya di DPR RI Senayan.
Menurut Capella, Hanura menargetkan perolehan suara nasional sekitar 6 hingga 7 persen sehingga peluang untuk melewati parliamentary threshold semakin terbuka.
“Target kita adalah lolos parliamentary threshold. Hanura harus memiliki target untuk lolos parlemen di Senayan,” ujar Rio Capella dalam konsolidasi tersebut.
Ia menilai Hanura memiliki modal politik yang cukup kuat untuk menghadapi agenda tersebut.
Capella menyebut Hanura memiliki lebih dari 500 kursi anggota DPRD kabupaten/kota serta basis suara nasional yang menurutnya telah mencapai lebih dari satu juta suara.
Modal tersebut, kata dia, harus diolah melalui konsolidasi yang terarah, kerja organisasi yang solid dan strategi politik yang terukur.
DPP Bawa “Vitamin” untuk Hanura Sulut Konsolidasi di Sulawesi Utara juga mendapat dukungan langsung dari jajaran DPP Partai Hanura.
Rio Capella menyampaikan adanya dukungan dana konsolidasi lebih dari Rp100 juta untuk membantu kegiatan DPD dan DPC Hanura di Sulawesi Utara.
Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan kegiatan organisasi, konsolidasi struktur serta persiapan menghadapi agenda politik ke depan.
Bagi kader Hanura Sulut, dukungan tersebut menjadi tambahan energi atau “vitamin” untuk semakin menggerakkan mesin organisasi dari tingkat DPD hingga DPC.
“Ini bagian dari semangat dan dukungan untuk kader agar konsolidasi Partai Hanura terus berjalan,” kata Rio Capella.
Hanura Sulut Diminta Semakin Solid
Dengan hadirnya DPP melalui Ketua Tim Task Force, konsolidasi Hanura Sulut tidak hanya menjadi agenda seremonial. Forum tersebut diarahkan untuk menyatukan strategi antara DPP, DPD, DPC dan anggota DPRD Hanura di seluruh Sulawesi Utara.
Ade Saerang bersama jajaran pengurus DPD dan DPC kini dituntut memperkuat komunikasi internal, memastikan struktur organisasi berjalan efektif serta menjaga konsistensi konsolidasi hingga tingkat daerah.
Kekuatan struktur, basis suara dan dukungan konsolidasi menjadi modal yang kini harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang terukur.
Target akhirnya jelas: Hanura Sulawesi Utara ingin ikut menjadi bagian dari kebangkitan Hanura menuju Senayan.
Konsolidasi yang dibuka Rio Capella tersebut pun menjadi momentum penting bagi Hanura Sulut untuk membuktikan apakah kekuatan struktur di daerah mampu dikonversi menjadi perolehan suara yang signifikan pada Pemilu mendatang.
(Kif/GlobalNewsNusantara.ID)








