Skandal Peti Tobongan Mengguncang! Nama Mantan Kadis PU & Eks Aleg DPRD Sulut Mencuat, Warga Menangis Minta Keadilan”

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Tobongon

Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Tobongon

Boltim – GlobalNewsNusantara.ID — Bau busuk praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), makin terkuak. Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Tobongon kini menyeret nama besar: mantan Kepala Dinas PU Bolmong, Norma, serta mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut, Alfian.

Tak main-main, dampak aktivitas ini sudah merusak alam secara brutal. Gunung dikeruk, hutan gundul, hingga material tambang meluncur bebas ke jalan raya. Setiap hujan turun, akses jalan antar kabupaten lumpuh total—bebatuan dan lumpur menutup badan jalan, membuat pengendara terjebak berjam-jam. Tak sedikit warga harus putar balik karena nyawa taruhannya.

Seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan membongkar fakta mencengangkan.

“Ada aktivitas PETI di atas gunung, pak. Itu milik mantan Kadis PU, Ibu Norma. Mereka pakai excavator, gunung habis dikeruk, hutan pun hancur,” ungkapnya.

Bukan hanya Norma, nama Alfian, mantan Aleg DPRD Sulut, juga disebut-sebut ikut mengelola tambang emas ilegal di lokasi berbeda.

Kabar keterlibatan dua nama besar ini memantik reaksi keras publik. Asosiasi Wartawan Independen Indonesia (AWII) melalui ketuanya, Ahmad Sujana, S.H., M.H. alias Joe’na, angkat bicara.

“Jika hukum tumpul, publik akan menilai ada pembiaran bahkan permainan mata. Saya minta Kapolda Sulut segera perintahkan Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, untuk bertindak tegas. Jangan pandang bulu! Siapapun pelakunya, termasuk mantan Kadis PU maupun mantan Aleg DPRD Sulut, harus diproses hukum,” tegas Joe’na.

Kini, kasus PETI Tobongon jadi sorotan panas publik. Warga menjerit, jalan rusak, lingkungan hancur, tapi bisnis gelap emas ilegal justru diduga menguntungkan segelintir elit daerah.

Pertanyaan besar pun menggema:
➡️ Apakah hukum berani menyentuh orang berpengaruh?
➡️ Atau rakyat kecil lagi yang jadi korban permainan tambang emas ilegal ini?(Kif)

Berita Terkait

Mohammad Aditya Pontoh Resmi Jabat Ketua DPW PPP Sulut
Natal Berwajah Kemanusiaan: PERADI Manado Turun Langsung Berbagi Kasih untuk Anak Yatim dan Disabilitas
“Kawasan PETI Ratatotok Jadi Medan Perang? Tiga Nyawa Melayang, Tambang Ilegal Kian Brutal — Masihkah Hukum Berkuasa di Sulawesi Utara?”
Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar Pimpin Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 300 Personel Disiagakan demi Nataru Aman, Humanis, dan Presisi
Perkelahian Belang Mittra Terurai: Sepuluh Nama Ditetapkan Tersangka Oleh Polisi, Situasi Kini Kondusif
Forkopimda Sulut Bersatu Redam Ketegangan: Kapolda & Pangdam Merdeka Tegaskan Peristiwa Mitra Murni Kriminal, Masyarakat Diajak Pulihkan Perdamaian
Polda Sulut Bergerak Cepat Redam Ketegangan di Mitra: Situasi Terkendali, Warga Diimbau Tetap Tenang
DPRD dan Pemkab Bolmut Tandatangani Persetujuan Bersama Ranperda APBD 2026
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:24

Mohammad Aditya Pontoh Resmi Jabat Ketua DPW PPP Sulut

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:27

Natal Berwajah Kemanusiaan: PERADI Manado Turun Langsung Berbagi Kasih untuk Anak Yatim dan Disabilitas

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:26

“Kawasan PETI Ratatotok Jadi Medan Perang? Tiga Nyawa Melayang, Tambang Ilegal Kian Brutal — Masihkah Hukum Berkuasa di Sulawesi Utara?”

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:52

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar Pimpin Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, 300 Personel Disiagakan demi Nataru Aman, Humanis, dan Presisi

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:44

Perkelahian Belang Mittra Terurai: Sepuluh Nama Ditetapkan Tersangka Oleh Polisi, Situasi Kini Kondusif

Berita Terbaru