Globalnewsnusantara.id
Wakil Bupati Buol Dr. Nasir Dj.Daimorto,S.H.,M.H,hadiri Bootcamp SMP Negeri 1 Biau untuk sertifikasi pelajar Google Workspace For Education,bertempat di ruang Aula SMP Negeri 1 Biau,Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Kadis Pendidikan Ir. Usman Hasan,M.Si,Plt Kepala Diskominfo Abdullah Mangge,S.Ag, Leader of Google Surya,serta 8 perwakilan dari sekolah lainnya yang berupaya untuk mendapatkan status sekolah rujukan Google di Kabupaten Buol.
Kepala SMPN 1 Biau memberikan sambutan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran wakil Bupati Buol,kadis pendidikan dan Kadis Kominfo. Ia mengaku nervous saat mengetahui bahwa Wabup Buol dan rombongannya bersedia datang ke sekolah SMP negeri 1 Biau.”Saya dengan bangga memperkenalkan bahwa SMP negeri 1 Biau telah menjadi sekolah kandidat rujukan Google pertama di Indonesia dan sekarang sudah ada 135 sekolah di Indonesia yang mengikuti jejak kami.di balik suksesnya SMP negeri 1 Biau ada 27 orang guru-guru yang telah berjuang ke level 1,ada 7 orang yang sudah level 2 dan ada 2 orang grand Google.boleh sebab kami bisa di berikan lisensi dan kami satu-satunya perwakilan Sulawesi Tengah yang mendapatkan lisensi sekolah rujukan Google dan pertama di Indonesia.untuk mencapai itu,kami mendapatkan bantuan 150 chromebook dari Pemda Buol dan saat ini kami masih kurang sekitar 154 chromebook lagi pak wakil” ujar Kepsek SMP negeri 1 Biau.

Selanjutnya Leader Google For Education bapak Surya hadir langsung di SMP negeri 1 Biau Kabupaten Buol, sebagai bukti dukungan terhadap sekolah yang telah berupaya menjadikan status sekolah ini di akui secara nasional.di depan Wakil Bupati Buol Leader of Google ini mengatakan salut terhadap kerja keras kepala sekolah dan guru yang berupaya mendapatkan posisi sekolah rujukan Google. Surya juga menjelaskan bahwa SMP negeri I Biau telah di abadikan menjadi kandidat sekolah rujukan Google pertama di Indonesia. “Telah di abadikan dalam media dan di saksikan oleh seluruh stakeholder di Indonesia bahwa sekolah yang ada di ujung pulau Sulawesi Tengah ini mampu menjadi sekolah rujukan Google pertama di Indonesia dan mudah-mudahan tahun ini bisa mampu menjadi Google reference gold, jadi kata kandidatnya hilang.
Tim Google dan SMP Negeri 1 biau telah bekerja sama sejak tahun 2023 dan di akhir November 2023 itu ditetapkan bahwa SMP negeri 1 Biau itu menjadi kandidat sekolah rujukan Google pertama di Indonesia.
Sementara Wakil Bupati Buol Dr.Nasir Daimaroto,S.H.,M.H, mengapresiasi kerja keras Kepala SMP negeri I Biau yang telah mampu menunjukkan secara nasional Sekolah ini telah menjadi sekolah kandidat rujukan Google pertama di Indonesia. “Ini prestasi yang membanggakan buat kami. bukan hanya sebuah langkah progresif tapi sebuah lompatan besar yang menandai kebangkitan pendidikan world menuju ekosistem pembelajaran abad ke-21. lebih dari itu saya merasa terhormat dan berbahagia mengetahui bahwa SMP Negeri 1 Biau telah ditetapkan sebagai kandidat sekolah rujukan Google pertama di Indonesia. ini luar biasa bukan hanya kebanggaan bagi sekolah tapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buol bahkan Provinsi Sulawesi Tengah. transformasi digital di dunia pendidikan bukan lagi pilihan melainkan satu keharusan. kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat, oleh karena itu pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan anak-anak kita agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi bahkan cenderung menjadi korban teknologi,sebab hampir semua wilayah banyak yang menjadi korban teknologi,dan luar biasa di tempat ini justru menciptakan anak-anak cerdas, anak-anak hebat, anak-anak inovasi yang jelas akan menguasai dunia digital dalam perspektif sains dan teknologi yang memberikan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, efisien dan modern. Saya berharap ini tidak hanya menjadi ajang memperoleh sertifikasi tapi juga menjadi tonggak awal perubahan cara belajar dan mengajar di lingkungan pendidikan. kita 10 tahun terakhir terjadi perubahan pada sigma dalam semua sektor kehidupan. apalagi di dunia pendidikan paradigma lama yang prosesnya lebih verbal, paradigma sekarang proses pendidikan itu menuju arah digital sehingga nanti dengan pembelajaran program digitalisasi ini harus bisa menyesuaikan diri. kita bisa saja tinggal di ujung Sulawesi Tengah Secara geografis, kita tinggal di Buol tapi cara berpikir dan paradigma kita adalah paradigma global” kata Wakil Bupati Buol Dr. Nasir DJ.Daimaroto,S.H.,M.H.(Heny-Global)









