Globalnewsnusantara.id
Wakil Bupati Buol Dr. Nasir Dj.Daimorto,S.H,M.H, kembali memberikan statmen tegas pada kegiatan Konferensi PGRI Buol Masa Bhakti XXIII 2025-2030,bertempat di Aula Pobokidan Lt II Kantor Bupati Buol,Senin (23/6/2025).

Hadir mendampingi Wakil Bupati Buol Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tengah Syam Zaini,S.Pd,M.Si,Kadis Pendidikan ir. Usman Hasan,M.Si, Ketua PGRI Kabupaten Buol Bakir Hi.Majo,S.Pd.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh panitia konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Buol Masa Bhakti XXIII 2025-2030 serta peserta konferensi yang terdiri 55 orang. Dalam setiap Kecamatan mendelegasikan 5 perwakilan yang akan memilih calon ketua PGRI. Sementara dalam konferensi PGRI Buol kali ini mengusung 2 (dua) calon ketua PGRI yaitu Bakir Hi.Majo,S.Pd,dan Yudit Tarakuku,S.Pd,M.Pd.
Acara di awali dengan sambutan panitia pelaksana konferensi PGRI Kabupaten Buol Rahman Madjid,S.Pd, yang memaparkan tentang terlaksananya kegiatan konferensi PGRI Buol,di lanjutkan dengan sambutan ketua PGRI Kabupaten Buol Bakir Hi. Majo,S.Pd, yang memaparkan tentang program dan kinerja PGRI Kabupaten Buol, beberapa aset PGRI yang telah di upayakan oleh pemerintah sebelumnya juga tanggung jawab dirinya sebagai ketua PGRI Kabupaten Buol dalam mengemban tugas membangun peradaban pendidikan yang bermutu.
Wakil Bupati Buol Dr. Nasir DJ. Daimaroto,S.H,M.H, dalam sambutannya secara tegas menyoroti kinerja PGRI selama ini tidak maksimal dan sebelumnya telah terdapat masalah yang menjadi sorotan sejumlah pihak.

“Jangan berharap kita dapat menciptakan guru yang hebat menuju Indonesia emas tanpa ada transformasi, mengubah paradigma lama menjadi lebih baik harus melalui transformasi. Saya selaku pemerintah daerah kabupaten Buol meminta pilihlah orang-orang yang benar-benar bekerja,jika bermasalah tolong jangan dipilih. Pemimpin yang integritasnya bermasalah akan melahirkan generasi yang tidak berkualitas” Kata Wakil Bupati Buol dalam sambutannya.
Wakil Bupati Buol Dr. Nasir DJ. Daimaroto,S.H,M.H, juga menegaskan akan melakukan bersih-bersih di beberapa instansi yang terindikasi melakukan praktek-praktek yang merugikan pemerintah daerah serta merusak sistem yang ada di pemerintahan daerah. Wabup juga mengatakan telah memberikan “Warning” sebelumnya namun transaksi gelap masih juga di lakukan dengan beberapa modus yang merusak sistem pendidikan.
Konferensi PGRI Buol masa Bhakti XXIII 2025-2030 di lanjutkan dengan rapat pembahasan pertanggungjawaban, laporan-laporan dan selanjutnya pemilihan ketua PGRI Kabupaten Buol masa Bhakti 2025-2030.(Heny-Global)








