MANADO, GlobalNewsNusantara.ID — Semangat Polri yang hadir di tengah masyarakat terus diwujudkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di berbagai wilayah, termasuk melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara.
Di bawah kepemimpinan Kapolri baru Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, semangat pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, serta kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Hal tersebut turut ditegaskan Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. Menurutnya, personel Ditpolairud tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah perairan, udara, pantai dan pesisir, tetapi juga dituntut memiliki kepedulian serta empati yang tinggi terhadap masyarakat.
“Dalam tugas Polri, kita dituntut mempunyai jiwa kemanusiaan dan sosial yang tinggi serta berempati kepada masyarakat. Selain menjaga wilayah kerja perairan, udara, pantai dan pesisir, kami juga siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas.
Tangani Penemuan Jenazah Nelayan Salah satu bentuk pelayanan tersebut terlihat ketika jajaran Ditpolairud Polda Sulut menerima informasi terkait kecelakaan laut yang menimpa seorang anak buah kapal (ABK) dari kapal tangkap ikan asal Kota Bitung.
Korban diketahui bernama Feri Botutehe, 39 tahun. Berdasarkan informasi yang disampaikan, korban meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berada di wilayah perairan Morotai.
Kombes Pol. Bayuaji menjelaskan, setelah kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Polairud Bitung, personel langsung melakukan langkah pemeriksaan dan identifikasi terhadap kejadian tersebut.
Pemeriksaan dilakukan termasuk terhadap kondisi korban serta keterangan para saksi untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, termasuk meminta keterangan saksi-saksi yang ada, kesimpulannya merupakan kecelakaan kerja,” jelasnya.
Polisi Hadir untuk Nelayan dan Masyarakat Pesisir
Menurut Bayuaji, wilayah kerja Ditpolairud memiliki tantangan tersendiri karena banyak nelayan asal Bitung yang beraktivitas hingga wilayah perairan yang jauh, termasuk kawasan Pasifik dan Samudra Indonesia.
Karena itu, komunikasi dan edukasi kepada nelayan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keselamatan di laut.
Ditpolairud Polda Sulut juga memiliki fungsi Bimas Air yang berperan memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat nelayan serta masyarakat pesisir.
Selain itu, sistem komunikasi dan layanan pengaduan terus diperkuat agar informasi mengenai kejadian di wilayah perairan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti personel.
“Kami tetap siaga dalam setiap kesempatan. Bahkan ketika anggota sedang lepas dinas, apabila ada kejadian yang membutuhkan bantuan masyarakat, semangat untuk membantu tetap ada,” katanya.
Tak Hanya di Laut, Polisi Juga Hadir di Jalan Kepedulian personel Ditpolairud, menurut Bayuaji, tidak hanya terbatas pada wilayah laut.
Ia mencontohkan ketika terjadi kecelakaan kendaraan di jalan tol yang menyebabkan muatan ikan tumpah ke badan jalan. Personel yang berada di sekitar lokasi langsung membantu mengamankan serta mengangkat ikan yang berserakan sekaligus membantu mengatur arus lalu lintas agar tidak menimbulkan gangguan yang lebih besar.
Bagi Ditpolairud Polda Sulut, kata Bayuaji, kehadiran polisi bukan hanya ketika masyarakat membuat laporan. Namun, polisi harus mampu melihat kebutuhan masyarakat dan memberikan pertolongan ketika situasi membutuhkan.
“Prinsipnya, kami ingin selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya menunggu laporan, tetapi ketika melihat ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, sebisa mungkin kami langsung membantu,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari wajah Polri untuk masyarakat yang humanis, sekaligus memperkuat kehadiran kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Di Sulawesi Utara, Ditpolairud Polda Sulut di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas terus menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus membangun kedekatan dengan nelayan dan masyarakat pesisir. Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk kemanusiaan.(Kifli Abidjulu)








