TOLITOLI, globalnewsnusantara.id – Ketua Dewan Adat Kabupaten Tolitoli,Ibrahim Saudah, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Suku Dondo, terkait polemik yang muncul setelah pernyataannya pada kegiatan Tudang Sipulung Rembuk Budaya beberapa waktu lalu.
Dalam surat klarifikasinya, Ibrahim Saudah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk merendahkan ataupun menyinggung Suku Dondo. Ia menyatakan bahwa apabila kata-kata yang disampaikannya telah menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat, maka ia memohon maaf dengan tulus.
“Saya menyatakan permohonan maaf apabila kata-kata saya membuat kegaduhan terjadi,” tulis Ibrahim Saudah dalam klarifikasinya.
Ia juga menegaskan bahwa Suku Dondo merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sibitolu dan memiliki kedudukan yang sama dalam kehidupan adat dan budaya di Kabupaten Tolitoli.
“Pada dasarnya saya tidak pernah sekalipun merendahkan Suku Dondo. Suku Dondo merupakan bagian dari Sibitolu. Sekali lagi saya sampaikan tidak ada niat untuk merendahkan Suku Dondo,” tegasnya.
Melalui klarifikasi tersebut, Ibrahim Saudah berharap persoalan yang berkembang dapat diselesaikan dengan baik serta menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mempererat hubungan antarsuku serta seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli. Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan.
Penulis : DWI









