TOLITOLI, globalnewsnusantara.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap warga binaan, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperkuat deteksi dini serta mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari handphone ilegal dan narkoba.
Razia yang berlangsung pukul 16.25–17.20 WITA tersebut dipimpin Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.
Sebanyak delapan personel Polres Tolitoli, 11 personel Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor Tolitoli, serta 10 personel TNI dari Kodim 1305/BT dan Lanal Tolitoli diterjunkan dalam penggeledahan blok hunian.
Petugas menemukan sejumlah barang terlarang, di antaranya 25 paku, satu batang besi, satu peniti, 22 korek api, gunting, obeng, pinset, dua sendok besi, tiga cermin, tiga alat cukur, enam botol kaca, empat baterai dan dua pak kartu domino.
Seluruh barang temuan diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan.
Di waktu yang sama, petugas melakukan tes urine terhadap 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif.
Kepala KPLP Tolitoli Muh. Iqbal Rahman mengatakan razia merupakan langkah deteksi dini yang akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil.
“Barang-barang yang ditemukan langsung kami amankan agar tidak disalahgunakan dan mengganggu keamanan di dalam Lapas,” ujar Iqbal.
Kepala Lapas Tolitoli Mansur Yunus Gafur menegaskan komitmen jajarannya menjaga Lapas tetap aman, tertib dan bersih dari barang terlarang serta narkoba.
“Sinergi dengan TNI, Polri dan instansi terkait akan terus kami perkuat untuk menjaga keamanan dan memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan baik,” kata Mansur.
Razia turut disaksikan RRI, Global News, SDIC TV dan LSM Kampak Emas. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Penulis : DWI








