Tolitoli, GlobalnewsNusantara.id — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penangkapan terhadap terduga teroris di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (17/09/2025) pukul 07.00 WITA.
Aksi penangkapan berlangsung di wilayah Dapalak, di mana warga setempat mendadak dihebohkan oleh kehadiran 15 personel bersenjata lengkap dan mengenakan penutup wajah yang turun dari mobil dan langsung mengepung sebuah rumah.
“Saya kaget, Pak. Mau antar anak sekolah, tiba-tiba ada mobil Gegana tutup jalan. Saya kira latihan atau simulasi, ternyata ada terduga teroris yang dikepung,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Setelah hampir dua jam melakukan penggeledahan, satu orang terduga teroris yang merupakan warga Dapalak berhasil diamankan petugas.
Tak berhenti di situ, sebagian pasukan Densus 88 kemudian berpencar menuju kawasan BTN Nopi. Di lokasi tersebut, mereka mengepung dan menggeledah sebuah rumah lainnya. Beberapa orang di dalam rumah turut diinterogasi.
“Saya lihat sekitar lima buah handphone disita, dan ada satu buku juga diamankan. Kalau tidak salah, di sampulnya tertulis ‘Pendalaman Masalah Agama’,” ungkap Ketua RT setempat, Hamka Rahmadi, kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, salah satu terduga diketahui telah meninggalkan rumah dan dalam perjalanan menuju Kalimantan. Menyikapi hal tersebut, Densus 88 segera melakukan koordinasi lintas wilayah dan berhasil mengamankan terduga tersebut di daerah Kalimantan pada hari yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian terkait identitas maupun jaringan teroris yang diduga terkait dalam penangkapan ini. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme di wilayah Indonesia.








