Patung Simbol Perjuangan Tuanku Imam Bonjol Terlihat Usang di Pineleng: Aksi Keluarga Parengkuan Viral, Soroti Sikap Diam Pemda

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Simbol Perjuangan Tuanku Imam Bonjol

Patung Simbol Perjuangan Tuanku Imam Bonjol

Minahasa – GlobalNewsNusantara.ID
Situs sejarah yang berdiri sebagai simbol perjuangan bangsa kembali menjadi sorotan. Patung Tuanku Imam Bonjol, salah satu tokoh besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang berada di Kawasan Desa Pineleng Satu, Jalan Manado–Tomohon, tampak memprihatinkan dan nyaris tak terawat. Rumput liar menjulang, pepohonan menutup area, serta lingkungan yang kusam membuat monumen bersejarah ini terlihat seperti peninggalan yang dilupakan.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga besar Parengkuan, bersama sejumlah simpatisan masyarakat Pineleng, memilih tidak tinggal diam. Dengan penuh kesadaran sosial dan rasa hormat terhadap sejarah bangsa, mereka turun tangan melakukan pembersihan secara gotong royong pada Senin (17 November 2025). Aksi spontan ini menjadi bukti bahwa penghormatan terhadap pahlawan tak harus menunggu instruksi pemerintah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Marlon Parengkuan, bersama anggota keluarga seperti Elsit Rampengan, Iwan Kawulusan, Jimmy Koraag, Yosef Waturandang, Maikel Waturandang, Ale Sumual, serta beberapa warga yang turut bersimpati. Mereka semua merupakan bagian dari garis keturunan Parengkuan yang berdomisili di Desa Pineleng Satu, Minahasa, Sulawesi Utara.

Keadaan tempat berdirinya patung Tuanku Imam Bonjol sangat memprihatinkan. Rumput sudah menutupi area, pepohonan tidak dipangkas, dan tidak terlihat adanya perawatan rutin. Karena itu, keluarga Parengkuan bersimpati untuk turun langsung membersihkan dan kelak mengecat kembali lingkungan di sekitar patung tersebut,” ujar Marlon Parengkuan kepada media.

Marlon menegaskan bahwa aksi mereka bukan pencitraan, bukan pula upaya mencari perhatian publik, melainkan panggilan hati sebagai anak bangsa yang menghormati jasa para pejuang kemerdekaan.

Kehadiran kami murni karena kepedulian. Sebagai warga yang tinggal di Pineleng, tempat patung ini berdiri, sudah sewajarnya kami turut menjaga. Tapi kami juga menyayangkan mengapa situs sejarah sepenting ini bisa dibiarkan terbengkalai. Ini simbol perjuangan bangsa, bukan sekadar ornamen,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi kritik halus namun tegas kepada pemerintah daerah yang dinilai kurang hadir dalam merawat monumen bersejarah. Padahal, keberadaan patung Tuanku Imam Bonjol bukan hanya identitas lokal, tetapi bagian dari memori nasional perjuangan bangsa Indonesia.

Aksi keluarga Parengkuan pun disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga berharap pemerintah daerah merespons dengan melakukan perawatan berkala, mempercantik kawasan, dan menjadikan situs ini sebagai ruang edukasi sejarah bagi generasi muda.

Dengan inisiatif sederhana namun berdampak besar ini, keluarga Parengkuan menunjukkan bahwa menjaga sejarah bukan hanya tugas negara, tapi juga tanggung jawab moral masyarakat sekaligus pengingat bahwa pahlawan tidak boleh dilupakan hanya karena lalainya pengelolaan daerah.(Zulkifli Abidjulu)

Berita Terkait

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya
Sambutan Hangat di Bumi Nyiur Melambai, Brigjen Pol Yudo Hermanto Resmi Tiba di Manado sebagai Kapolda Sulut
GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT
Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut
BPKP Sulut Diminta Segera Rampungkan Kerugian Negara, Babak Akhir Dugaan Korupsi Gedung MEP GMIM: Mecky Onibala Diperiksa Tipikor Polda
Permohonan Maaf Diterima, Kuasa Hukum Berry Betrandus: Ini Pergumulan Keduanya, Mari Beri Ruang untuk Hukum dan Doa
Dugaan Penikaman di Tatelu Berujung Penahanan, Kuasa Hukum Isak Tambani Sampaikan Permohonan Maaf kepada Berry Dan Keluarga
Merasa Nama Baik Tercemar, Hirohito Saroinsong Laporkan Pemilik Akun Facebook Sary Rinja ke Polda Sulut
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 23:08

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya

Rabu, 9 September 2026 - 10:12

Sambutan Hangat di Bumi Nyiur Melambai, Brigjen Pol Yudo Hermanto Resmi Tiba di Manado sebagai Kapolda Sulut

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39

GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT

Jumat, 4 September 2026 - 12:14

Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut

Kamis, 3 September 2026 - 13:45

BPKP Sulut Diminta Segera Rampungkan Kerugian Negara, Babak Akhir Dugaan Korupsi Gedung MEP GMIM: Mecky Onibala Diperiksa Tipikor Polda

Berita Terbaru