Program Beasiswa Kedokteran Gratis Pemprov Sulut Jadi Harapan Baru Daerah Kepulauan dan Terpencil, Pemerataan Dokter Kini Mulai Dieksekusi Nyata
MANADO – GlobalNewsNusantara.ID Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus (YSK) mulai menjalankan langkah besar dan strategis di sektor kesehatan dengan membuka program beasiswa penuh pendidikan kedokteran bagi 50 siswa pilihan utusan kabupaten/kota se-Sulut.
Program yang digagas langsung oleh Gubernur YSK ini menjadi salah satu kebijakan paling serius Pemprov Sulut dalam menyiapkan masa depan layanan kesehatan daerah, terutama untuk wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah yang selama ini masih kekurangan tenaga dokter.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sulut dengan Universitas Negeri Manado (Unima) sebagai institusi penyelenggara pendidikan kedokteran.
Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menegaskan bahwa program tersebut merupakan instruksi langsung Gubernur YSK untuk memastikan setiap daerah memiliki dokter dari putra-putri asli daerah sendiri.
“Ini bukan sekadar program beasiswa biasa. Ini langkah besar pemerataan tenaga medis di Sulawesi Utara. Setiap daerah diberi kesempatan mengirimkan generasi terbaiknya untuk dididik menjadi dokter,” tegas Tahlis saat memimpin rapat koordinasi teknis di Manado, Kamis (14/5/2026).
Dalam mekanismenya, setiap pemerintah kabupaten/kota diminta mengusulkan 10 siswa terbaik untuk mengikuti proses seleksi ketat. Penilaian akan difokuskan pada kemampuan akademik, terutama mata pelajaran eksakta seperti Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi sebagai dasar utama pendidikan kedokteran.
Wakil Rektor Unima, Donal Matheos Ratu, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan tim penguji eksternal dari Universitas Brawijaya.
“Kami ingin memastikan proses seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon dokter berkualitas yang benar-benar siap menjalani pendidikan,” ujarnya.
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, hanya tiga siswa terbaik dari masing-masing daerah yang nantinya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa penuh hingga menyelesaikan pendidikan dokter.
Program ini juga dinilai membawa misi sosial besar karena merekrut siswa asli daerah yang diharapkan kembali mengabdi di kampung halaman mereka setelah lulus nanti.
Langkah Gubernur YSK dan Sekprov Tahlis Gallang ini pun mulai mendapat perhatian publik karena dianggap sebagai solusi nyata jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan tenaga medis di Sulawesi Utara.
Jika berjalan konsisten, program ini diprediksi menjadi salah satu program kesehatan paling berdampak di era kepemimpinan YSK dan berpotensi menjadi model nasional dalam pemerataan dokter berbasis daerah.
Seluruh biaya pendidikan mahasiswa akan ditanggung pemerintah hingga selesai studi, sementara proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui kanal resmi kampus dengan jadwal seleksi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.(Kifli)









