Katupat Talaga Jadi Simbol Persatuan, Bupati Sirajudin Lasena: Tradisi Harus Terus Dijaga

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Katupat Talaga Jadi Simbol Persatuan, Bupati Sirajudin Lasena: Tradisi Harus Terus Dijaga

Katupat Talaga Jadi Simbol Persatuan, Bupati Sirajudin Lasena: Tradisi Harus Terus Dijaga

Boltara, globalnewsnusantara.id – Tradisi Hari Raya Katupat di Desa Talaga, Kecamatan Bolangitang Barat, kembali menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan masyarakat. Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, hadir langsung dalam perayaan tersebut, Sabtu (28/3/2026), sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Dengan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Persaudaraan”, kegiatan ini diikuti oleh pemerintah desa, pengurus BKM, Karang Taruna, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Talaga yang dinilai konsisten melestarikan tradisi tahunan tersebut. Ia menilai, Hari Raya Katupat tidak hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya tradisi, tetapi simbol persatuan yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya Halal Bi Halal sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan. Menurutnya, nilai hablum minannas menjadi fondasi dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Melalui momentum ini, kita membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memperkuat solidaritas antar sesama,” ujarnya.

Usai dari Desa Talaga, Bupati melanjutkan agenda serupa di Desa Bunong, Kecamatan Bintauna, bersama jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Boltara Moh. Aditya Pontoh, Camat Bolangitang Barat, Kapolsek Bolangitang, penceramah Taufik Kaili, Sangadi Desa Talaga, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat.

Perayaan Hari Raya Katupat pun kembali menegaskan perannya sebagai tradisi lokal yang bukan hanya dijaga, tetapi juga dimaknai sebagai ruang memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Penulis : Na***

Berita Terkait

Plt. Bupati Boltara Pimpin Rapat Perdana Penguatan Koordinasi Dunia Pendidikan
Sekda Boltara Buka FGD KLHS dan Konsultasi Publik Penyusunan RDTR Pinogaluman
HABIB JAFAR ALAYDRUS, Masa Depan Alkhairaat: Abnaulkhairaat Diminta Waspada Jaga Misi dan Khitthoh Guru Tua
TONOM–IBULIAN BERDAMAI! Konflik Berakhir, Polda Sulut–Kodam XIII/Merdeka Fasilitasi Kesepakatan Damai
Pemkab dan DPRD Boltara Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026
Ikhtiar Minta Hujan, Pemkab Boltara Gelar Sholat Istisqa di Ponpes Alkhairaat Bintauna
Pemkab Boltara Uji Kesiapan Mental CPNS Sebelum Jalankan Tugas
Porseni Antar Desa Sangkub Berakhir Meriah, Bupati Serahkan Trofi dan Beasiswa
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:45

Plt. Bupati Boltara Pimpin Rapat Perdana Penguatan Koordinasi Dunia Pendidikan

Rabu, 30 September 2026 - 11:14

Sekda Boltara Buka FGD KLHS dan Konsultasi Publik Penyusunan RDTR Pinogaluman

Sabtu, 26 September 2026 - 08:30

HABIB JAFAR ALAYDRUS, Masa Depan Alkhairaat: Abnaulkhairaat Diminta Waspada Jaga Misi dan Khitthoh Guru Tua

Kamis, 24 September 2026 - 20:10

TONOM–IBULIAN BERDAMAI! Konflik Berakhir, Polda Sulut–Kodam XIII/Merdeka Fasilitasi Kesepakatan Damai

Jumat, 18 September 2026 - 17:57

Pemkab dan DPRD Boltara Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru