MANADO – Polemik ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Miangas akhirnya terjawab. Di tengah derasnya spekulasi liar yang beredar di media sosial, Ketua ARMAK Calvien Kastro membongkar fakta mengejutkan: ketidakhadiran itu justru karena instruksi resmi dari pusat komando negara.
Menurut Calvien, keputusan Gubernur Sulut YSK tetap berada di Manado bukan bentuk pembangkangan ataupun hubungan yang renggang dengan Presiden. Sebaliknya, itu merupakan bagian dari perintah strategis yang disampaikan langsung melalui Sekretariat Kabinet.
“Ada pemberitahuan resmi dari Seskab Teddy Indra Wijaya. Instruksi Presiden sangat jelas, Gubernur dan Forkopimda diminta tetap standby di Manado untuk pengendalian dan pengamanan wilayah,” tegas Calvien kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut publik jangan mudah terpancing narasi yang sengaja dimainkan pihak tertentu demi membangun opini negatif terhadap hubungan Presiden Prabowo dan Gubernur YSK.
“Yang tidak hadir bukan hanya gubernur. Forkopimda juga tetap di Manado karena instruksi yang sama. Jadi sangat keliru kalau ada yang menggiring opini seolah-olah gubernur tidak menghormati presiden,” ujarnya.
Calvien menilai, posisi Sulawesi Utara sebagai daerah perbatasan membuat pengamanan wilayah menjadi prioritas utama negara. Jalur internasional, aktivitas lintas batas, hingga stabilitas keamanan laut menjadi alasan penting mengapa pusat kendali tetap berada di Manado saat Presiden melakukan agenda di Miangas.
“Dalam sistem pemerintahan dan tradisi militer, loyalitas itu bukan soal berdiri di samping presiden untuk difoto. Loyalitas adalah menjalankan instruksi negara dengan disiplin penuh. Pak YSK memahami itu karena beliau purnawirawan TNI,” katanya.
Pernyataan Calvien pun menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang terus mempersoalkan absennya Gubernur Sulut dalam agenda kenegaraan tersebut.
“Mereka terlalu sibuk membangun pencitraan kedekatan dengan presiden, sampai lupa bahwa keamanan wilayah jauh lebih penting daripada tampil di depan kamera,” sindirnya tajam.
Dengan penjelasan ini, Calvien berharap polemik liar segera dihentikan. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran Gubernur YSK di Miangas adalah bentuk kepatuhan penuh terhadap komando negara, bukan drama politik seperti yang digoreng sejumlah pihak. “Perintah presiden dijalankan. Negara aman. Tidak ada masalah. Tidak ada drama,” pungkasnya. (Kifli/GlobalNewsNusantara.ID)









