Viral! Harga Rica Sulut Sempat Rp200 Ribu, Gubernur Yulius Selvanus dan Kadis Rahel Rotinsulu Bergerak: 2,4 Ton Cabe Probolinggo Didatangkan

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANADO, GlobalNewsNusantara.ID — Harga cabai rawit merah atau rica yang sempat menembus Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rica, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus (YSK) bersama jajaran terkait mengambil langkah intervensi untuk memperkuat pasokan sekaligus menekan harga di pasaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangkan 2,4 ton cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur, yang kemudian langsung didistribusikan ke sejumlah pasar di Sulut. Pasokan tersebut diarahkan ke Pasar Bersehati, Pasar Pinasungkulan, Airmadidi, dan Amurang.

YSK Gerakkan TPID, Harga Rica Jadi Perhatian
Langkah intervensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas cabai rawit merah yang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Sulawesi Utara.

Gubernur Yulius Selvanus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Bank Indonesia untuk memastikan persoalan pasokan dan harga rica dapat segera ditangani.

Kondisi tersebut menjadi penting karena rica merupakan salah satu komoditas yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. Bagi masyarakat Sulut, makanan tanpa rica ibarat sayur tanpa garam. Tingginya konsumsi cabai membuat perubahan harga rica cepat dirasakan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan usaha kuliner.

Kadis Ketahanan Pangan Rahel Rotinsulu: Cabai Rawit Merah Jadi Salah Satu Pendorong Inflasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rahel Rotinsulu, mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap komoditas cabai rawit merah.

“Inflasi sudah tinggi dan salah satu pendorong tertinggi adalah cabai rawit merah. Untuk itu dilakukan langkah pengendalian dengan memperkuat pasokan dan distribusi,” ujar Rahel.

Menurut Rahel, intervensi pasokan dilakukan setelah harga rica di Sulut mengalami kenaikan yang cukup tinggi, bahkan berada pada kisaran Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram.

Masuknya pasokan dari Probolinggo diharapkan dapat memberikan tekanan terhadap harga sehingga masyarakat mendapatkan rica dengan harga yang lebih terjangkau.

Bukan Gantikan Cabe Lokal, Tapi Seimbangkan Pasokan
Rahel menegaskan, masuknya cabai dari luar daerah bukan untuk menggantikan komoditas cabai lokal Sulawesi Utara.
Intervensi tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga keseimbangan antara pasokan yang semakin terbatas dengan kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi.

Cabai asal Probolinggo dipilih karena secara karakteristik dinilai memiliki bentuk dan rasa yang sesuai dengan preferensi masyarakat Sulut.

Dengan tambahan pasokan 2,4 ton tersebut, pemerintah berharap ketersediaan rica di pasar semakin terjamin dan gejolak harga dapat diredam.
Dari Rp200 Ribu, Harga Didorong Mendekati Acuan Pemerintah
Pemerintah juga mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, yang disebut berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram.

Artinya, pemerintah tidak sekadar mengejar penurunan harga sesaat, tetapi berupaya menciptakan kondisi pasokan yang lebih stabil sehingga harga rica tidak kembali melonjak.

Gubernur Yulius Selvanus bersama TPID dan Dinas Ketahanan Pangan Sulut terus mendorong langkah konkret di lapangan, mulai dari mendatangkan pasokan hingga memastikan distribusi langsung menuju pasar-pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Rica Mahal Jadi Sorotan, Pemerintah Turun Tangan
Harga rica yang sempat mencapai Rp200 ribu menjadi perhatian karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Dengan intervensi pasokan dari luar daerah, Pemprov Sulut berharap harga dapat semakin terkendali, inflasi turun, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa YSK tidak tinggal diam menghadapi gejolak harga pangan, sementara Dinas Ketahanan Pangan Sulut di bawah kepemimpinan Rahel Rotinsulu mengambil peran penting dalam penguatan pasokan dan stabilisasi harga.
Dari Probolinggo untuk Sulut: 2,4 ton rica didatangkan, pasokan diperkuat, harga ditekan, masyarakat diharapkan kembali bisa menikmati rica dengan harga yang lebih terjangkau.

GlobalNewsNusantara.ID (KIFLI Abidjulu)

 

Berita Terkait

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya
Sambutan Hangat di Bumi Nyiur Melambai, Brigjen Pol Yudo Hermanto Resmi Tiba di Manado sebagai Kapolda Sulut
GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT
Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut
BPKP Sulut Diminta Segera Rampungkan Kerugian Negara, Babak Akhir Dugaan Korupsi Gedung MEP GMIM: Mecky Onibala Diperiksa Tipikor Polda
Permohonan Maaf Diterima, Kuasa Hukum Berry Betrandus: Ini Pergumulan Keduanya, Mari Beri Ruang untuk Hukum dan Doa
Dugaan Penikaman di Tatelu Berujung Penahanan, Kuasa Hukum Isak Tambani Sampaikan Permohonan Maaf kepada Berry Dan Keluarga
Merasa Nama Baik Tercemar, Hirohito Saroinsong Laporkan Pemilik Akun Facebook Sary Rinja ke Polda Sulut
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:54

Viral! Harga Rica Sulut Sempat Rp200 Ribu, Gubernur Yulius Selvanus dan Kadis Rahel Rotinsulu Bergerak: 2,4 Ton Cabe Probolinggo Didatangkan

Rabu, 9 September 2026 - 23:08

TIPIKOR POLDA SULUT BERGERAK! Anak Buah YSK Diperiksa, BPKP Sulut Dinanti Ungkap Kerugian Negara MEP Rp23,8 Miliar — Deicy Paath Masih Jadi Tanda Tanya

Rabu, 9 September 2026 - 10:12

Sambutan Hangat di Bumi Nyiur Melambai, Brigjen Pol Yudo Hermanto Resmi Tiba di Manado sebagai Kapolda Sulut

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39

GEMPAR BANDARA SAM RATULANGI! 16 BATANG EMAS SEBERAT 16 KG TERDETEKSI X-RAY, WNA TIONGKOK DIAMANKAN BEA CUKAI & URC POLDA SULUT

Jumat, 4 September 2026 - 12:14

Duel Panas Pertarungan Pusaran Hukum! Eka Dicky SPAK LLB & Febronesco F. Takaendengan, S.H. Hadapi Deddy Rundengan, S.H. & Clif Pitoy, S.H. dalam dinamika perkara Dipolda Sulut

Berita Terbaru