Jakarta, GlobalNewsNusantara.ID – Dunia hukum Indonesia bahkan global kini gempar! Pengacara kenamaan Deymer Malonda, SH, MH melempar tantangan terbuka dan mengungkap bukti transfer miliaran rupiah yang mengaitkan nama-nama besar, termasuk dugaan penipuan, identitas palsu, hingga praktik tambang ilegal. Tak hanya viral di tanah air, berita ini langsung mendapat sorotan luas di dunia hukum Sabtu (28 Juni 2025).
“Kalau mereka berani kasih tantangan berhadiah mobil, saya terima! Tapi siapkan mental, karena bukti saya bukan asumsi. Ini data otentik, dan saya akan buka semua!” — tegas Deymer dalam konferensi pers yang mendadak trending di dunia hukum.
Kronologi Ledakan Kasus: Dari Transfer Miliaran ke Dugaan Skandal Nasional
Segalanya bermula ketika kuasa hukum dari pihak lawan, Jimmi Lii Polandus, melalui Marcel Mewengkang SH, menantang publik dengan menyatakan siap memberikan hadiah mobil bagi siapa pun yang bisa menunjukkan bukti adanya transaksi mencurigakan. Peryataan ini disampaikan kepada media (wartawan) dengan langsung akan memberi hadia bila bisa membuktikan.
Alih-alih takut, Deymer langsung maju ke publik lewat media membawa dokumen asli, bukti transfer bank, dan saksi-saksi langsung.
Bukti Menggemparkan yang Dibeberkan Deymer: Bukti 1: Transfer Rp200 juta dari pejabat berinisial EP ke anaknya, David Gorgio, yang diduga terkait rekayasa aliran dana. Bukti 2: Permintaan uang sebesar Rp1,7 miliar oleh Jimmi Lii Polandus, dengan:
Rp200 juta dibayar di awal.
Penyerahan tunai di lokasi elite Kuningan (Kokas), Jakarta.
Bukti fisik: struk kartu kredit pribadi yang digunakan Jimmi saat transaksi — memperkuat kehadiran di lokasi.
Bukti 3: Dugaan pemalsuan identitas oleh Jimmi serta kasus mobil Toyota Rush milik klien Deymer yang hingga kini hilang tanpa kabar. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polda Sulawesi Utara.
Tambang Ilegal & Villa Bodong: Upaya Penjeratan bisnis ke Pejabat EP
Tak sampai di situ, Deymer juga membeberkan rencana licik untuk menjebak pejabat EP dalam bisnis tambang ilegal dan properti bodong di kawasan wisata. Namun, EP menolak keras, menyadari ancaman hukum dan etika jabatan. ️ Deymer Siap Bertarung: “Ini Bukan Sinetron, Ini Bukti Nyata di Atas Hukum!”
“Saya tantang mereka datang dan lihat langsung berkas-berkasnya. Kami sudah laporkan ke Polda Sulut dan Polda Metro Jaya. Jika perlu, kami buka semua ke publik. Siapkan pengacara terbaik kalian!” — ungkap Deymer, menutup sesi wawancara dengan nada tegas.(Kif)








